Upgrade Performa Suzuki Inazuma 250, Bore-up 291 cc Naik 4 dk!

Senin, 11 Juli 2016 | 06:56 WIB

Kaki-kaki pakai limbah moge, tarikan jadi berat. Makanya performa mesin juga diupgrade

Sebut saja Mr. X, karena enggan terkenal, pemilik Suzuki Inazuma ini yang rela mengirim motornya ke Jakarta, demi upgrade tampilan dan performa. Jadi sebelum Upgrade Performa Suzuki Inazuma miliknya, kaki-kaki lebih dulu ganti limbah moge. “Tarikan jadi berat, makanya performa mesin juga diupgrade,” ujarnya.

Guna upgrade performa mesin, pria yang tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat ini memasrahkan pada Imam Gunawan, mekanik Sportisi Motorsport.

“Saat sampai bengkel ternyata mesin mati dengan kondisinya berantakan,” imbuhnya. Ternyata pernah coba garap di Pontianak namun gagal. Bagaimana hasil akhirnya setelah diperbaiki?

Enggak mengecewakan, tenaga melonjak jadi 24,65 dk di kitiran mesin 9.000 rpm dan torsi 24,03 Nm di 6.500 rpm. Sedang standar Inazuma 20,5 dk di 8.350 rpm dan torsi 18,63 Nm di 6.900 rpm. Ada kenaikan power 4,15 dk dan momen puntir 5,4 Nm.

Tentu saja bikin tarikan jauh lebih ringan dibanding standarnya. Apa saja sih yang dilakukan mekanik bengkel yang beralamat di Jl. Tenggiri No. 4A, Rawamangun, Jaktim ini? • (otomotifnet.com / Aant)

Porting & Polish
Kepala silinder yang berisi 4 klep dengan kem SOHC tak mengalami perubahan. “Cuma saluran masuk dan buang diporting dan polish, biar gas yang masuk dan keluar lebih lancar,” kata mekanik asli Lampung ini.

 

Knalpot Custom
Melancarkan aliran gas buang dari kepala silinder yang telah diporting dan polish, knalpot juga dirombak. Lehernya custom bikinan Sportisi, sedang silincer andalkan produk Akrapovic! Konfigurasinya 2-1, beda dengan standarnya yang 2-1-2. Suaranya ngebas namun gahar.

 

Bore-Up
Piston standar berdiameter 53,5 mm disimpan, gantinya produk Moto1 58 mm pin 15 mm dipasang pada silinder yang telah dicustom. Dengan stroke standar 55,2 mm, kapasitasnya membengkak jadi 291,5 cc! Puncak piston diset enggak terlalu jenong, agar kompresi tak terlalu tinggi. “Tetap 11,5:1 seperti standarnya,” terang Imam.

Papas Magnet
Biar putaran mesin lebih ringan, bobot magnet dikurangi dengan membubut 2 mm. Khawatir torsi jadi turun? Ternyata enggak, buktinya torsi malah meningkat cukup banyak karena terbantu bore-up.

Piggyback
Memenuhi kebutuhan bensin yang melonjak dipasang piggyback Power Commander V (PC V) untuk memanipulasi. “Di bukaan gas 20% sampai 80%, semprotan bensin harus ditambah 50%,” urai mekanik 34 tahun ini. Biar lebih maksimal dan bisa otomatis menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, juga ditambahkan Autotune. 

 

Tenaga melonjak jadi 24,65 dk di kitiran mesin 9.000 rpm dan torsi 24,03 Nm di 6.500 rpm.