Otomotifnet.com – Andrea Dovizioso menyebut bahwa Marc Marquez punya andil soal hasil buruk yang didapatnya di MotoGP Catalunya 2018, Minggu (17/6/2018).
Pada balapan yang digelar di Sirkuit Catalunya, Montmelo, itu, Andrea Dovizioso harus rela tidak mendapatkan poin sama sekali setelah mengalami petaka di tikungan lima.
Motor Dovizioso terjatuh setelah pebalap berkebangsaan Italia itu dianggap tampil melewati batas kemampuannya.
Pasalnya, Andrea Dovizioso mengendarai motornya 5-6 km/jam lebih cepat dan melakukan pengereman terlalu banyak.
Muncul anggapan bahwa kesalahan yang dibuat Dovizioso merupakan efek dari tekanan yang ditimbulkan oleh rekan satu timnya di Ducati, Jorge Lorenzo, meskipun dibantah langsung oleh sang pembalap.
"Saya telah melakukan sebuah kesalahan karena saya berada di luar batas. Namun, ini bukan tentang Lorenzo," kata Dovizioso.
(BACA JUGA: Pede...Walau Masalah Dengan Ban, Andrea Dovizioso Tetap Bidik Kemenangan Di Catalunya)
Andrea Dovizioso justru menyebutkan jika Marc Marquez-lah yang menjadi penyebab utama kegagalannya pada saat itu.
Saat balapan, Dovizioso melihat Marquez berada di depannya dan hatinya pun tergerak untuk menyalip.
"Saya ingin memenangkan balapan karena saya memiliki kecepatan yang baik dan kami harus mendapatkan poin untuk menantang Marquez. Dan saat itu Marquez tepat di depan saya. Jadi saya terus mendorong dan saya tidak ingin menyerah," Dovizioso menjelaskan.
"Saya kehilangan satu atau dua per sepuluh detik tiap lapnya. Tapi saat daya cengkeram ban rendah itu terasa seperti satu detik. Jadi saya memacu motor terlalu cepat," sambungnya.
"Tapi inilah yang terjadi. Dan kami harus pulang dengan poin nol," tutup Dovizoso merasa kecewa.
(BACA JUGA: Keren...Sempat Goyah Ditekan Marc Marquez, Jorge Lorenzo Sukses Back-to-back Di Catalunya 2018)
Pulang tanpa satu poin dari MotoGP Catalunya 2018, membuat Andrea Dovizioso tetap tertahan dengan raihan total poin 66.
Perolehan tersebut mengantarkan Dovizioso berada di posisi delapan pada klasemen sementara kejuaraan dunia pebalap MotoGP 2018.