Kawasaki Minat Gabung di MotoGP Pakai Motor Superbike, Jonathan Rea: Ini Lelucon

Rezki Alif Pambudi,Ignatius Ferdian - Selasa, 17 Maret 2020 | 07:30 WIB

Jonathan Rea memenangkan Superpole Race WSBK Australia 2020 (Rezki Alif Pambudi,Ignatius Ferdian - )

Otomotifnet.com - Jonathan Rea sempat mengungkapkan kekecewaannya kepada Bos Dorna Sports, Carmelo Ezpelata, karena cukup menganaktirikan World Superbike.

Ini setelah Bos Dorna Sports, Carmelo Ezpelata, mengungkapkan penolakannya soal permintaan Kawasaki untuk tampil sebagai wild card MotoGP beberapa waktu lalu.

Kawasaki menunjukkan minatnya kembali ke MotoGP, setelah cukup lama absen di ajang balap motor paling bergengsi tersebut.

Kawasaki sebenarnya berniat tampil kembali di MotoGP sebagai wild card, dengan menggunakan motor ZX-10RR dan pembalap yang menjuarai World Superbike, Jonathan Rea.

(Baca Juga: Jadwal MotoGP 2020 Diundur, Bos Ducati : Honda Dan Marc Marquez Diuntungkan)

Tak hanya bingung karena penolakan Bos Dorna Sports, Rea juga bingung mengenai permintaan Kawasaki.

"Aku tidak paham soal permintaan Kawasaki. Ini aneh," ungkap Rea dilansir dari Speedweek.com.

"Aku tak ingin wild card di MotoGP bersama Kawasaki. Ini akan jadi lucu, bahkan lelucon," jelasnya.

Menurut Rea, akan sangat aneh apablia motor produksi massal Kawasaki dipaksa untuk diadu dengan motor prototipe MotoGP.

(Baca Juga: Johann Zarco Pede Kebal Virus Corona, Ikut Tes Pramusim Tanpa Masker, Ini Alasannya)

"Aku akan balapan melawan motor prototipe dengan ban prototipe memakai motor jalanan yang dikembangkan dengan ban Pirelli. Itu akan seperti memakai mobil touring melawan mobil F1," tegas pembalap World Superbike ini.

"Kami juara di kelas motor produksi massal. Superbike dan MotoGP adalah dunia berbeda. Ini seperti membandingkan buah apel dengan pir," sambungnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Diambil dari jadwal terbaru yang dilansir pihak FIM dan Dorna Sport berkaitan dengan dijadwal ulangnya MotoGP Argentina yang sedianya 22 April 2020 menjadi 22 November 2020. Dampaknya jadwal di 9 ronde terakhir jadi padat. Bayangkan dalam waktu kurang lebih 3 bulan atau 12 pekan, pembalap dan tim MotoGP harus melakoni 9 ronde MotoGP secara beruntun. Terlebih 9 ronde tersebut bukan putaran MotoGP yang jaraknya dekat. - Total 9 ronde terakhir MotoGP 2020 rentang September hingga November mengarungi 4 benua. Mulai dari Eropa, Asia, Australia lantas Amerika dan kembali ke Eropa. Tentunya, kondisi tersebut membuat pembalap dan tim MotoGP bekerja ekstra keras. Tak hanya menyiapkan setting motor terbaik, namun juga bagaimana pembalap menjaga kondisi fisik dan mental tetap prima. - Cukup beralasan pembalap MotoGP di jeda waktu lama jadwal MotoGP 2020 tetap berlatih dan mengasah stamina. Terus mempertahankan kondisi fisik yang prima agar di 9 ronde terakhir MotoGP 2020 tidak kedodoran karena harus mengarungi kompetidi MotoGP di 4 benua berbeda. - Simak berita menarik lainnya di www.otomotifnet.com! - #otomotif #otomotifnet #otomotifweekly #kompasgramediamajalah #otomotifgroup #otomotifnetgridoto #otomotifindonesia #otomotifmajalah #GridNetwork

A post shared by Tabloid OTOMOTIF (@otomotifweekly) on