Otomotifnet.com - Honda Astrea Prima yang terlahir sebagai motor bebek yang nyaman buat santai dan sangat irit bensin, berubah total melawan kodratnya.
Di tangan Benny Z, sang pemilik, identitasnya diubah 180 derajat. Dari bebek jadi motor sport lengkap dengan mesin multisilinder. Wuih...
Sebelum jadi motor sport, pekerjaan pertama adalah merombak mesin.
Benny yang tinggal di daerah Mersi, Purwokerto, Jateng tak mau tanggung.
(Baca Juga: Toyota Agya Anyar Dihajar Diskon, Tipe Termahal jadi Rp 167 Jutaan)
Mesin motor kelahiran 1988 yang aslinya hanya satu silinder berkapasitas 97 cc dirombak jadi 2 kali lipat.
Tak hanya kapasitas, tapi juga silindernya tambah satu!
Pekerjaan mesin diserahkan pada Rohmat Hidayat yang biasa dipanggil Alip, kok nama dan panggilan enggak nyambung ya? Hehee...
Menurut Alip, rombakan pertama pada bagian kruk as.
“Kruk as pakai aslinya, tapi dengan penambahan 1 setang piston, pemasangan meniru punya Harley,” ujar pemilik bengkel Alip Jaya Racing (AJR) ini.
Dengan demikian menurut Alip lebar kruk as tak berubah, makanya crank case pun tak perlu dilebarkan.
“Setelah itu tinggal tambah daging bagian atas untuk pemasangan silinder tambahan,” lanjut pebengkel yang beralamat di Jl. Pasir Muncang RT 6 RW 4, Purwokerto Barat.
Berikutnya tinggal menambah gigi sentrik, pulser dan pick up-nya di magnet, serta memindah dinamo starter ke bawah karena di atas tak ada tempat lagi.
“Paling susah justru mengubah pompa olinya, biar pelumasan kuat dan rata ganti pakai punya Jupiter,” imbuh mekanik 36 tahun ini.
Untuk pendinginan ditambahkan 2 oil cooler Satria F150.
Bagian pengapian dan suplai bensin, tiap silinder dapat jatah sendiri-sendiri.
Di antaranya 2 CDI Satria F150, 2 koil Blue Thunder dan 2 karburator Yamaha Scorpio.
Mesin beres, langsung pindah ke bengkel Ripto Custom Bike (RCB) untuk pengerjaan sasis, bodi dan kaki-kaki.
Biar jadi motor sport, sasis pakai milik Honda GL100. “Biar lebih klasik dikasih rangka model tubular,” terang Suripto, bos RCB.
Sedang tangki dan bodi belakang, menurut modifikator yang akrab disapa Kang Ripto ini dibikin pakai fiberglass tanpa referensi motor manapun.
“Langsung saja bikin dari yang ada di otak, hehee...,” kekeh dengan logat ngapak khas Banyumas.
Untuk kaki-kaki, Kang Ripto mengandalkan upside down aftermarket dipadu sistem pengereman limbah Yamaha YZF-R1.
Sedang belakang pakai lengan ayun bikinan RCB, dipadu monosok comotan dari Yamaha Byson.
Finishingnya Benny mempercayakan pengecatan pada bengkel Toekang Cet yang dikomandoi oleh Lutvi, juga di kawasan Purwokerto.
Temanya mencomot dari cerita wayang Pandawa Lima.
Jadi inilah hasil dari transgender sebuah Astrea Prima. Keren kang!
Data modifikasi:
Pelek: TK 3,5x17 & handmade 8x17
Ban: Dunlop 120/70-17 & 200/50-17
Knalpot: Werkes
Teromol: Tiger Custom & Vario
Cakram depan: PSM
Kulit Jok: MBTech
Upside down: aftermarket
Setang: Suzuki GSX-R1000
Master rem: Yamaha YZF-R1
Spidometer: Koso DB02R
Lampu depan: projektor Ultimate
Sokbeker: KYB
Swing arm: handmade
Rangka: Honda GL custom
Oil cooler: Suzuki Satria F150
Cylinder Head: Honda Supra Fit
Karburator: Yamaha Scorpio
Koil: Blue Thunder
CDI: Suzuki Satria F150
Alip Jaya Racing: 0857-2657-7806
Ripto Custome Bike: 0816-4289-149