Kompresor AC Mobil Ngorok, Penyebabnya Ternyata Beberapa Hal Ini!

Andhika Arthawijaya - Sabtu, 30 Mei 2020 | 23:50 WIB

Ilustrasi kompresor AC. (Andhika Arthawijaya - )

Otomotifnet.com – Berkendara tanpa menggunakan AC di siang hari bolong atau di tengah kemacetan, pastinya sangat menyiksa.

Tak heran bila fitur tersebut saat ini jadi kebutuhan primer pada sebuah mobil.

Namun seiring pamakaian kendaraan, AC bisa saja mengalami masalah.

Apalagi jika kita tidak tahu atau kurang memperhatikan perawatannya.

Baca Juga: Belum Sempat Ganti Filter Kabin, Bersihkan Saja, Begini Caranya

Sebab, walaupun yang rusak atau bermasalah hanya satu komponen saja, dijamin bakal mengurangi kenyamanan Anda saat berkendara.

Ambil contoh kompresor AC yang punya tugas sebagai pompa untuk mensirkulasikan refrigerant (freon) pada sistem AC.

Freon akan dihisap oleh kompresor kemudian ditekan untuk bersirkulasi ke seluruh sistem.

Freon yang keluar dari kompresor akan memiliki tekanan yang tinggi, berbentuk gas dan bersuhu tinggi.

Pada kompresor AC terdapat kopling magnet, yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran mesin ke kompressor.

Saat AC dalam posisi ON, maka kopling magnet akan menghubungkan putaran mesin ke kompressor.

Sementara ketika AC OFF, maka putaran dari mesin akan terputus sehingga tidak terhubung ke kompressor.

Perawatan kompresor beserta komponen lainnya hukumnya wajib, kalau ingin awet.

Baca Juga: Suzuki Karimun Wagon R, Ganti Filter Kabin AC, Caranya Begini !

Dok. OTOMOTIF
Ilsutrasi perawatan AC mobil.

Salah satu penyakit kompresor AC adalah timbulnya suara ‘ngorok’ seperti ‘kerrr…,” saat pertama kali menyalakan AC mobil.

Kondisi ac bunyi seperti ini pastinya mengganggu kan? Apalagi kalau suaranya tidak cepat hilang.

Hal ini pernah Otomotifnet.com tanyakan pada salah produsen pembuat sistem AC, yakni PT Denso Sales Indonesia.

Menurut pihak Denso, bahwa kompresor jika kerjanya masih normal, suaranya tidak terlalu nyaring.

Namun jika ada masalah, maka akan muncul suara-suara menggangu kayak tadi.

Lantas apa yang bisa membuat kompresor AC mengeluarkan suara seperti orang ngorok?

Perlu diketahui, “Umur pakai kompresor pada umumnya 5.000 jam atau sekitar 3 tahun,”

“Setelah itu wajib lakukan pengecekan menyeluruh,” terang A.Rohim, Direktur CV. Sejuk AC Sukses, bengkel spesialis AC mobil, Joglo, Jakarta Barat.

Baca Juga: Bersihkan Evaporator AC Mobil Sendiri? Bisa Kalau Pakai Cairan Ini!

Dok. OTOMOTIF
Ilustrasi beberapa komponen AC.

Ibarat medical check up, AC juga mesti dicek kondisi keseluruhan.

Nah, oli kompresor menurut Rochim kerap sekali terlupakan.

Tak jarang ada mobil yang jumlah oli di dalam kompresornya berkurang, lantaran proses perawatan yang salah.

Misalnya pada saat penggantian dryer, oli tidak ditambah, sehingga jadi berkurang atau habis sama sekali.

Selain itu, lanjutnya, saat melakukan proses penggantian komponen, namun tidak disertai dengan prosedur yang benar sehingga jumlah oli yang ada di dalam kompresor berkurang.

Hal tersebut juga bisa menyebabkan berkurangnya usia pakai kompresor, karena proses pelumasan pada kompresor berkurang.

Ini salah satu yang dapat menimbulkan suara ngorok atau kompresor panas.

Kerusakan kompresor bisa diindikasikan oleh suara berisik yang timbul, atau tekanan yang dihasilkan rendah.

Dok. JIP
Skema sistem kerja AC mobil.

Sehingga tidak optimal dalam memompa freon menuju evaporator.

Jika mengalami seperti ini, bengkel pasti akan menganjurkan penggantian kompresor baru.

O iya, sebenarnya servis kompresor bisa saja dilakukan, “Biasanya yang diganti komponen bearing lehernya,”

Tapi, tidak menjamin bebas dari kerusakan lainnya,” tukas Usman Hadi Bayu, Service Advisor workshop Pit N Go di Ciputat, Tangerang Selatan.

Kalau sudah begini, biaya ganti kompresor lumayan lho.

OLI TAK SESUAI KARAKTER KOMPRESOR

Menurut Joko Pratikno, Technical Service Department PT. Denso Sales Indonesia yang pernah kami tanyai, oli kompresor memiliki karakteristik tertentu.

Oli kompresor ini ikut bersirkulasi di dalam kompresor AC.

Artinya, ketika refrigerant berbentuk gas, oli kompresor juga harus berbentuk gas.

"Saat refrigerant berbentuk cair, maka oli kompresor harus berbentuk cair,” jelas Joko.  

Dok. OTOMOTIF
Proses menambah oli ke dalam saluran freon.

Maksudnya, saat kembali ke kompresor, wujud oli harus berbentuk gas. Kalau cair, maka kompresor bisa rusak.

Ini beda dengan oli mesin yang karakteristiknya hanya pelumas aja, melumasi mesin kendaraan. 

Oleh karena karakter oli kompresor ini, perhatikan takaran dan jenis atau spesifikasinya.

Salah spesifikasi dan jenis olinya, malah bisa membentuk material keras.

“Nanti jadi kerikil dan bisa bikin baret dan jadi noise di kompresor,” kata Joko. Denso sendiri punya oli kompresor ND Oil 8 dan refigerant AC mobil, yaitu R-134.

KEKENCANGAN BELT YANG TIDAK SESUAI

Salah satu penyebab lainnya adalah kekencangan belt yang tidak sesuai.

Terlalu kencang atau kendor, bikin vibrasi di clutch yang mengalir ke poros kompresor.

Kalau setelannya terlalu kencang, kompresor akan tertekan ke satu sisi, akhirnya sisi yang ditekan tersebut akan aus.

Jika sudah aus, akan menimbulkan gap yang besar, sehingga berdampak kompresor menimbulkan suara ngorok.

“Kalau sudah kendor akan menimbulkan vibrasi, dan menimbulkan gesekan yang menyebabkan suara ngorok,” jelas Rochim.

MATERIAL ASING MASUK KE KOMPRESOR

Ini bisa saja terjadi kalau saat perawatan kompresor tidak dilakukan steril.

Misalkan ada kotoran atau debu masuk saat jalur pipa penghubung pada sistem AC dibuka.

Jadi, kalau misalnya dalam prosesnya tidak steril dan higienis, kotoran bisa masuk.

Salah menggunakan refrigerant juga punya andil bikin ngorok. Dampaknya tidak langsung.

“Yang kena bagian yang ada karetnya. Karet atau seal ini bisa jadi rontok kayak karet sedang diparut,”

“Nah, parutan dari seal tersebut bisa masuk ke kompresor dan menyebabkan kompresor kotor dan menimbulkan suara ngorok,” tutup Joko.