Ini Alasan Mesin Mobil Dengan Turbo Tidak Boleh Pakai Sembarang Oli

Andhika Arthawijaya - Kamis, 5 November 2020 | 22:40 WIB

Ilustrasi mesin Honda CR-V Turbo berkapasitas 1.498 cc 4 silinder (Andhika Arthawijaya - )

Otomotifnet.com – Umumnya mobil yang menggunakan dapur pacu dengan teknologi force induction macam turbocharger, oli mesinnya berbeda dengan mobil bermesin Naturally Aspirated (N/A) atau tanpa turbo.

Untuk mesin turbo bensin mobil-mobil keluaran sekarang, lazimnya menggunakan oli mesin dengan standar mutu atau API Service SN+.

“Sekarang desain mesin supaya hemat, cc-nya (dibikin, red) kecil, namun ditambahi turbo,” buka Hanifuddin, peneliti di Lembaga Minyak Bumi & Gas (Lemigas)

Masih kata Hanif sapaan akrabnya, untuk pemakaian dalam kota umumnya kita tidak butuh power, melainkan lebih mengutamakan efisiensi bahan bakar.

Baca Juga: Begini Cara Bandingkan Tingkat Penguapan Oli Beda Merek/Jenis

Ryan/GridOto
Ilustrasi beragam oli di pasaran

“Contohnya mesin 1.500 cc dengan turbo, di kota tidak perlu turbonya on biar irit. Berbeda bila mobil digunakan keluar kota, biasanya butuh kencang, sehingga turbonya on,” tambahnya.

Nah, ketika turbonya on, lanjut Hanif, ternyata turbo ini punya efek, “Karena dia mesinnya kecil atau kompak, ruangannya (silinder, red) kecil trus ada turbo, dia jadi lebih panas,” jelas Hanif.

Lantaran lebih panas, lanjutnya, di dalam ruang bakar ini tidak boleh ada kotoran sedikit pun.

“Jadi panas ini bisa membuat kotoran-kotoran tersebut berubah menjadi kayak hot spot, seperti titik nyala. Ini yang bisa memicu knocking atau pembakaran dini,” terangnya lagi.