Performa KTM Mencengangkan, Sempat Tak Disangka, Begini Kata Para Bos

Toncil - Rabu, 18 November 2020 | 21:30 WIB

Pol Espargaro jadi pembalap KTM dengan performa terbaik (Toncil - )

Otomotifnet.com – MotoGP 2020 jadi musim yang benar-benar tidak bisa ditebak dan memberi suasana yang terus menegangkan setiap putarannya. Bukan saja bagi penonton dan fans, tapi juga pesertanya.

Selain Suzuki, tim yang juga terlihat mencolok pada 2020 ini adalah KTM (Red Bull KTM Factory Racing dan Red Bull KTM Tech3).

Kiprah para pembalap 2 tim ini kerap kali tak bisa diduga. Yang tadinya mengisi jajaran belakang, di 2020 ini mampu berada di barisan depan.

Sampai saat ini, secara klasemen sementara konstruktor KTM berada di posisi 4.

Klasemen tim, Red Bull KTM Factory Racing di posisi 3.

Baca Juga: Tim KTM Berkembang Pesat di MotoGP 2020, Dani Pedrosa Disebut Jadi Kuncinya

Pit Beirer, KTM Motorsport Director menyebut musim 2020 jadi musim yang sangat gila dengan tekanan yang juga besar.

“Sejujurnya kami benar-benar tidak menyangka dengan musim 2020 ini. Semuanya seperti menggila. Performa pembalap kami benar-benar di luar ekspektasi. Peningkatan motor juga tidak kami duga,” sebut Pit Beirer.

KTM secara mengejutkan bisa menempatkan para pembalapnya di barisan depan.

Tentu masih diingat ketika Brad Binder meraih podium 1 saat MotoGP Ceko (09/08/2020).

 

Dilanjutkan Miguel Oliveira di MotoGP Stiria (23/08/2020). Saat itu mampu mencuri posisi, dari 3 ke 1 di tikungan terakhir. Karena 2 pembalap (Jack Miller/Pramac Ducati dan Pol Espargaro/Red Bull KTM Factory Racing Team) di depannya melebar.

Selepas itu, kiprah pembalap KTM tak lagi bisa dipandang remeh oleh tim lain.

“Tentu saya sangat senang senang dengan hasil ini. Tiga race terakhir sangat tidak bisa dipercaya,”

“Terlebih karena kami mengenal Valencia baru 4 tahun lalu lewat wildcard, Mika Kallio,”

Twitter @MotoGP
Moment ketika Miguel Oliveira mencuri posisi di MotoGP Stiria

“Sangat menyenangkan bisa fight untuk suatu posisi sampai saat ini. Mereka tidak bisa lagi bicara kebetulan, karena kami sudah mengumpulkan 7 kemenangan di musim ini,” tambahnya.

Keteguhan KTM tidak saja terpancar dari Pit Beirer, tapi juga dari Stefan Pierer, CEO of Pierer Mobility AG (pemegang merek KTM, Husqvarna dan GasGas.

“Kami ikut bukan hanya karena kejuaraan dunia saja, kami juga tidak ingin hanya sebagai pengisi grid saja,”

“Kami juga ingin menjadi pemenang suatu saat nanti. Dan kalaupun itu harus menunggu lama, kami tentu akan bersabar menunggu,”

“Penantian itu sudah kami buktikan di Supercross World Championship di Amerika dan ajang reli Dakar. Kami menunggu 7 atau 8 tahun,” sebut Stefan Pierer.

Jadi, dengan hanya menunggu 4 tahun (KTM masuk MotoGP 2017) untuk meraih kemenangan, tentu hal sangat berarti.