Mau Pasang Busi Racing di Motor? Baca Dulu Nih, Biar Gak Salah Tipe

Fariz Ibrahim - Rabu, 20 Januari 2021 | 22:30 WIB

Ilustrasi busi (Fariz Ibrahim - )

Karena pembakaran lebih sempurna, maka penggunaan busi iridium membuat performa meningkat, “Dorongan tenaga piston akan lebih responsif."

"Tapi busi tidak bisa bekerja sendiri butuh dukungan komponen lain, karena fungsi dasarnya hanya menciptakan api,” tutur pria ramah ini.

Istimewa
Macam–macam bentuk kepala busi racing, pemilihan tipe kepala busi berpengaruh besar dalam pemilihan konsep kendaraan racing yang dibutuhkan

Selanjutnya busi yang menggunakan bahan gold palladium didesain khusus full racing untuk penggunaan balap tidak bisa untuk harian.

“Seminimal mungkin tidak ada kerak pada ruang bakar. Bahannya memang dibuat langsung habis terbakar pada suhu extreme."

"Ini merupakan busi incaran para tim balap, just info tim MotoGP yang disuport NGK memakai busi tipe ini,” bisiknya.

Baca Juga: Kawasaki Ninja 250 Jangan Pasang Busi Karisma, Efeknya Fatal!

Istimewa
Ini dia busi merah full racing, konon tim MotoGP juga pakai busi tipe ini

Bagaimana penggunaan di balap sendiri? Selain jenis elektroda, tingkat panas yang digunakan juga wajib diperhatikan.

Leon Chandra selaku tuner yang biasa menggarap mobil maupun motor balap memberi patokan tergantung cuaca.

“Kalau kondisi panas pakai busi dengan tingkat dingin 10, kalau adem 9, dan jika hujan pakai angka 8,” sebutnya mencontohkan untuk Yamaha R25 balapnya. 

Sesuaikan dengan kebutuhan mesin ya sobh!

Istimewa
Ini dia perbedaan tingkat panas masing–masing tipe busi