Gembar-gembor Pemko Medan Terapkan E-Parking, Nyatanya Preman Malah Yang Kutip Uang Parkir

Ferdian - Senin, 1 November 2021 | 17:00 WIB

(Ferdian - )

Otomotifnet.com - Wali Kota Medan, Bobby Nasution sempat gembar-gembor mengenai penerapan E-Parking.

Menurut Bobby, E-Parking ini bakal meminimalisir kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir di Kota Medan.

Tapi nyatanya, di kawasan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, tempat E-Parking digaungkan tidak berjalan.

Sekelompok preman malah mengutip uang parkir terhadap masyarakat yang nongkrong di areal  tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Philip Antonio Purba mengatakan, dia akan mengejar preman yang berani-berani meminta uang pada masyarakat di kawasan Kesawan.

"Mudah - mudahan dalam waktu dekat diamankan," kata Philip, Senin (1/11/2021).

Ia pun menjelaskan pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lapangan berulang - ulang, tepatnya di lokasi kejadian pungli, namun belum ada kesaksian korban yang didapat.

Baca Juga: Viral Ajakan Lapor Pungli di Minimarket Bekasi, Ini Polisi Yang Nomornya Dicatut di Banner

"Sudah berulang - ulang kami ke TKP. Korban pun enggak ada yang tahu," sebutnya.

Kendati demikian, pihaknya menjelaskan tengah melakukan patroli juga di areal tersebut untuk mengawasi adanya oknum yang melakukan pungli.

Ia juga menjelaskan bila ada masyarakat yang menjadi korban yang dari pungli tersebut agar segera melapor ke Polsek Medan Barat, sehingga dengan cepat dapat direspon dan ditangani.

Sebelumnya, dikabarkan warga Kota Medan mengeluhkan adanya pungutan liar yang ada di areal Kesawan, Kota Medan (28/10/2021).

Ada pun video terkait pungutan liar itu viral di media sosial berdurasi 43 detik. Isi video itu terdengar seorang pria mengatakan sedang terjadi pungli di daerah Kesawan.

Tampak pria berbaju hijau terang sedang berkomunikasi dengan beberapa anak muda yang sedang nongkrong.

Dalam video itu, ada juga pembicaraan antara yang merekam video dengan pria yang dimintai uang.

"Berapa kalian dimintai uang parkir?" ujar pria yang merekam video.

"Rp 20 ribu bang," jawab pria lainnya.

Berdasarkan penelusuran, yang merekam video memiliki akun sosial bernama Yusuf Avi Chenna.

Yusuf menceritakan awalnya sejumlah anak muda nongkrong di sepanjang Kesawan pada Rabu (27/10/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

"Tiba - tiba datang preman minta uang. 1 motor harganya Rp 5 ribu sama yang kebersihan Rp 10 ribu," katanya.

Dia mengungkapkan kejadian tersebut bukan hanya ada di Kesawan tetapi juga di Lapangan Merdeka.

Yusuf juga mengakui dimintai uang dengan orang yang serupa namun ditolaknya. Ia melawan sehingga preman itu berpindah tempat dan mencari korban lainnya.

"Ini setiap malam kami nongkrong di sini selalu diminta. Sepanjang jalan Kesawan ini lah. Kadang dia sendiri, kadang ramai," ujarnya.

Setelah melancarkan aksi itu, preman tersebut pun tampak mengarah ke sebuah gang menuju Jalan Masjid.

"Ya kemungkinan di sana rumahnya. Jadi, pas kami mau duduk langsung diminta parkir kalau tidak diusirnya," bebernya.

Terkait dengan kejadian tersebut, sampai saat ini Tribun Medan masih berusaha menghubungi Polsek Medan Baru terkait tindakan hukum apa yang akan dilakukan ke depan.

Sumber: https://medan.tribunnews.com/2021/11/01/katanya-pemko-medan-terapkan-e-parking-nyatanya-uang-parkir-malah-dikutip-preman?page=all