Perbedaan Ban Tubeless dan Ban Biasa, Mending Pilih Mana Biar Untung

Opti Masigri - Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:25 WIB

Ilustrasi ban mobil bekas


Otomotifnet.com - Memilih ban yang tepat bukan sekadar soal estetika, melainkan investasi pada keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Di dunia otomotif, kita mengenal dua jenis ban yang paling umum digunakan yaitu ban tubeless dan ban biasa (tube type). Meski sekilas terlihat sama, keduanya memiliki teknologi, karakteristik, dan peruntukan yang sangat berbeda.

Yu kita kupas secara mendalam mengenai perbedaan kedua jenis ban tersebut dari berbagai aspek.

Struktur Material dan Teknologi Keamanan

Perbedaan mendasar terletak pada bagaimana ban tersebut menahan udara. Ban Tubeless ini tidak membutuhkan ban dalam. Sebagai gantinya, bagian dalamnya dilapisi oleh fluid sealant atau lapisan karet khusus yang berfungsi sebagai perekat otomatis. Lapisan ini menjaga kerapatan antara ban dan velg. Jika tertusuk benda tajam seperti paku, cairan ini akan langsung merapat ke area yang bocor, sehingga tekanan udara tidak hilang seketika.

Ban Biasa (Tube Type), bergantung sepenuhnya pada ban dalam untuk menampung udara. Ban luar hanya berfungsi sebagai pelindung dan pemberi traksi. Karena tidak memiliki lapisan sealant, kebocoran pada ban dalam akan langsung membuat udara keluar dengan cepat melalui celah antara ban luar dan velg.

Kompleksitas Komponen

Dari sisi mekanis, ban tubeless jauh lebih simpel dibandingkan ban biasa. Ban Tubeless hanya terdiri dari ban itu sendiri dan velg khusus yang kedap udara.

Ban Biasa Melibatkan lima komponen utama yang harus terpasang presisi agar berfungsi optimal, yaitu ban luar, ban dalam, velg, flap (selendang ban), dan lock ring. Banyaknya komponen ini membuat proses penggantian atau servis menjadi lebih memakan waktu.

Daya Tahan dan Karakteristik Berkendara

Daya tahan ban sangat dipengaruhi oleh medan yang sering dilalui. Ketahanan medan ban tubeless dirancang dengan struktur yang lebih kokoh dan kaku, membuatnya sangat tangguh untuk perjalanan jarak jauh dan stabil pada kecepatan tinggi. Namun, ban biasa justru lebih unggul dalam meredam getaran.

Peredaman getaran Karena memiliki bantalan tambahan berupa ban dalam, ban biasa terasa lebih empuk saat melintasi jalanan aspal yang halus atau saat berkendara dalam kecepatan rendah. Sebaliknya, ban tubeless mungkin terasa sedikit lebih keras jika tekanan anginnya terlalu tinggi.

Resiko Kebocoran dan Penanganan Darurat

Ini adalah faktor krusial bagi keselamatan pengemudi. Ban tubeless Jika terkena paku, ban ini tidak akan langsung kempes. Pengendara masih punya waktu untuk mencari bengkel atau menepi di tempat aman. Proses penambalannya pun praktis, cukup disumbat dari luar menggunakan karet khusus tanpa perlu membongkar ban dari velg.

Ban biasa bersifat reaktif terhadap kebocoran. Sekali tertusuk, tekanan udara akan hilang dalam hitungan detik (kempes mendadak), yang bisa berbahaya jika terjadi saat melaju kencang. Perbaikannya pun lebih rumit karena ban harus dibongkar total untuk mengeluarkan ban dalam yang rusak.

Efisiensi dan Performa

Bobot ban ternyata berpengaruh pada performa kendaraan secara keseluruhan. Bobot  ban biasa cenderung lebih berat karena adanya lapisan ganda (luar dan dalam). Bobot ekstra ini sedikit banyak memengaruhi beban kerja mesin.

Konsumsi BBM ban tubeless yang lebih ringan membantu roda berputar dengan beban yang lebih sedikit, yang secara teoritis dapat memberikan kontribusi pada efisiensi bahan bakar dan pengendalian (handling) yang lebih responsif.

Kesesuaian dengan Velg

Sebelum memutuskan beralih ke tubeless, pastikan velg kendaraan Anda mendukung. Velg Racing (Cast Wheel) sangat ideal untuk ban tubeless karena desainnya yang rapat dan tidak memiliki lubang jari-jari.

Velg Jari-jari (Spoke Wheel) biasanya digunakan untuk ban biasa. Jika ingin memasang ban tubeless pada velg jari-jari, diperlukan modifikasi khusus atau penggunaan manset karet tambahan agar udara tidak keluar melalui lubang jari-jari.

Mana yang Harus Anda Pilih?

Pilihan terbaik sangat bergantung pada gaya hidup dan rute perjalanan Anda,        Pilihlah Ban Tubeless jika Anda mengutamakan efisiensi, kepraktisan dalam penanganan bocor, dan sering melewati rute perkotaan yang berisiko banyak paku.

Pilihlah Ban Biasa jika Anda lebih mengutamakan kenyamanan redaman getaran dan tinggal di daerah yang mungkin minim bengkel spesialis tubeless.

Apapun pilihannya, pastikan untuk selalu melakukan pengecekan rutin tekanan angin dan kondisi alur ban. 

Baca Juga: Cara Deteksi Shockbreaker Mobil Bekas, Gini Tanda Jika Sudah Lemah

Baca Juga: Wajib Tahu, Inilah 5 Warna Pelat Nomor Kendaraan Listrik dan Artinya

YANG LAINNYA