7 Cara Efektif Membeli Motor Bekas , Agar Tidak Tertipu Harga Murah

Opti Masigri - Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:24 WIB

Ilustrasi showroom motor bekas ada motor matic

Otomotifnet.com - Membeli motor bekas sering kali menjadi solusi cerdas bagi mereka yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan anggaran terbatas. Namun, pasar motor bekas ibarat pedang bermata dua di satu sisi menawarkan harga yang menggiurkan, namun di sisi lain menyimpan risiko teknis dan legalitas jika kita tidak teliti.

Banyak pembeli yang akhirnya menyesal karena tergiur harga murah, namun ternyata harus mengeluarkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari. Agar Anda mendapatkan unit yang prima dan layak jalan, yuk kita lakukan ini sebelum memutuskan membeli.

1. Riset Mendalam dan Bandingkan Harga Pasaran

Langkah pertama sebelum terjun ke lapangan adalah memahami nilai dari motor yang Anda incar. Jangan langsung terpaku pada satu tawaran, gunakan Berbagai Sumber, cek situs jual beli online, grup komunitas otomotif, hingga harga di showroom motor bekas terdekat.

Waspadai Harga Terlalu Rendah, Jika menemukan motor dengan harga jauh di bawah rata-rata (misalnya selisih 3-5 juta dari harga pasar), Anda patut curiga. Harga yang terlalu murah bisa mengindikasikan surat-surat yang tidak lengkap (bodong), motor bekas kecelakaan berat, atau mesin yang sudah tidak standar lagi.

2. Inspeksi Fisik Secara Menyeluruh (Body dan Kaki-kaki)

Tampilan luar motor mencerminkan bagaimana pemilik sebelumnya merawat kendaraan tersebut, cek Kondisi Bodi Perhatikan setiap sisi bodi motor. Cari tahu apakah ada goresan dalam, retakan, atau cat yang belang. Cat yang tidak rata bisa menjadi indikasi motor pernah dicat ulang karena kecelakaan.

Simetrisitas Kendaraan, perhatikan posisi stang dan roda. Cobalah berdiri di depan dan belakang motor untuk melihat apakah posisi roda depan dan belakang sejajar. Jika terlihat miring, ada kemungkinan rangka (frame) motor sudah tidak presisi akibat benturan keras.

Perlu dicek juga suspensi dan ban, Pastikan tidak ada rembesan oli pada shockbreaker depan maupun belakang. Cek juga ketebalan ban; ban yang sudah botak berarti Anda harus menyiapkan dana tambahan untuk penggantian segera.

3. Validasi Legalitas: Nomor Rangka dan Nomor Mesin

Aspek hukum adalah hal yang paling krusial. Motor dengan mesin sehat namun surat bermasalah akan menyulitkan Anda di masa depan, cocokkan Dokumen  mintalah STNK dan BPKB asli. Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin yang tertera di dokumen dengan yang ada pada fisik motor.

Perlu juga Cek Fisik Nomor, pastikan angka dan huruf pada nomor rangka/mesin terlihat jelas dan tidak ada bekas kikir atau las-lasan yang mencurigakan. Jika nomor tampak tidak rapi, ada kemungkinan motor tersebut merupakan hasil tindak kejahatan atau modifikasi ilegal.

4. Uji Performa Mesin dalam Kondisi Dingin

Saat ingin mengecek mesin, usahakan Anda adalah orang pertama yang menyalakannya di hari itu (kondisi mesin dingin), suara mesin yang masih bagus akan terdengar halus saat stasioner (langsam). Jika terdengar suara "tek-tek" atau "klotok-klotok" yang kasar, ada kemungkinan komponen di dalam mesin seperti rantai keteng atau piston sudah aus.

Rasakan juga respon gas, tarik tuas gas secara perlahan dan mendadak. Mesin yang sehat tidak akan terasa "brebet" atau tersendat. Selain itu, pastikan tidak ada asap putih keluar dari knalpot, karena itu menandakan adanya kebocoran oli ke ruang bakar.

5. Pemeriksaan Kelistrikan dan Indikator Panel

Motor modern sangat bergantung pada sistem kelistrikan. Kerusakan di sektor ini bisa sangat mahal dan sulit diperbaiki, diantaranya adalah fungsi lampu, cek lampu utama (jauh-dekat), lampu sein kanan-kiri, lampu rem, hingga lampu panel speedometer.

Cek dengan starter, motor harus dapat menyala dengan mudah hanya dengan satu kali tekan tombol starter. Jika sulit, masalah bisa terletak pada aki, dinamo starter, atau sistem pengapian.

Bearlih ke panel speedometer, Pastikan semua jarum atau indikator digital (bahan bakar, suhu, odometer) berfungsi. Perhatikan jarak tempuh (kilometer); jika angkanya sangat rendah namun kondisi fisik motor tampak sangat berumur, ada kemungkinan odometer telah direset.

6. Cek Riwayat Perawatan dan Kondisi Oli

Periksa kualitas oli, Cabut stik pengukur oli (dipstick). Jika oli berwarna hitam pekat, sangat encer, atau bahkan berbusa, itu tanda pemilik lama jarang mengganti oli.

Lihat buku servis Jika tersedia, mintalah buku servis resmi. Riwayat servis di bengkel resmi menjamin bahwa motor selalu ditangani oleh mekanik ahli dengan suku cadang asli.

7. Pilih Jenis Motor Sesuai Kebutuhan Harian

Sebelum transaksi, pastikan model motor sesuai dengan profil penggunaan Anda.

Motor matic sangat direkomendasikan jika mobilitas Anda tinggi di daerah perkotaan yang macet karena kepraktisannya (tanpa oper gigi).

Motor bebek/sport Lebih cocok jika Anda sering melewati medan jalan yang tidak rata atau menanjak, karena memiliki kontrol transmisi manual yang lebih tangguh dan efisien dalam penggunaan bahan bakar untuk jarak jauh.

Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Jika Anda kurang paham mengenai teknis motor, sangat disarankan untuk membawa teman atau mekanik kepercayaan saat melakukan pengecekan.

Baca Juga: Harga Terbaru Motor All New Honda BeAT 2026, Revolusi Skutik Terlaris

Baca Juga: Ini Rahasia Transmisi Otomatis Panjang Umur, Jangan Tunggu Mogok

YANG LAINNYA