Hasil Test Ride Lengkap Honda Supra GTR 150, Beberkan Data Akselerasi, Power dan Konsumsi BBM

Minggu, 19 Juni 2016 | 18:34 WIB

Jakarta - Setelah lakukan first ride All New Honda Supra GTR 150, tiba saatnya melakukan test ride disertai dengan pengambilan data secara lengkap. Penasaran kan? Berikut adalah hasil test ala OTOMOTIF lengkap dengan pengukuran tenaga dan torsi di atas dynamometer, akselerasi juga konsumsi bensin motor yang dijual dijual Rp 21,3 juta untuk warna sporty, dan Rp 21,5 juta yang exclusive monotone. Berikut ulasan lengkapnya! (otomotifnet.com)

Riding Position & Handling
Joknya punya jarak dari tanah 780 mm, cukup pendek sebenarnya, namun ketika diduduki tinggi, sangat berasa jangkung apalagi ketika melewati pengendara motor bebek lain. Maklum saja suspensi belakang kaku, sehingga enggak amblas.

Posisi duduknya sih nyaman, karena setang cukup tinggi dengan jok lebar dan bagian tengah berundak, jadi bisa menahan bokong. Namun sayang busa joknya kaku, terasa keras.

Karakter kaku juga sangat terasa dari suspensi belakangnya, makanya ketika melindas jalan rusak lebih baik sambil berdiri ala mengendarai motor enduro, daripada pantat dan pinggang sakit. Namun beda feeling ketika berboncengan, ternyata redamannya pas banget, empuk dan enggak mengayun kendati melindas jalan bumpy.

Sementara redaman suspensi depannya yang berdiameter 31 mm begitu mantap, empuk namun tidak mengayun. Bahkan dihajar melibas lubang cukup dalam juga tetap meredam dengan baik dan enggak mentok, setang jadi tetap gampang dikendalikan.

Penggunaan ban baru dari IRC, NF66 dan NR83 dengan ukuran 90/80-17 dan 120/70-17, dengan groove cukup dalam sepertinya dirancang siap untuk melibas jalan kerikil atau tanah. Di luar perkiraan, saat lewat tanah basah gripnya tergolong bagus, termasuk juga di aspal basah karena hujan.

Performa rem cakram berdiameter 256 mm di depan dan 220 mm belakang, juga menunjang handling yang mumpuni di berbagai medan. Depan mantap dipakai late braking di aspal kering karena pakem, namun sayang muncul suara sruuukkk... Sedang belakang pas untuk mengurangi laju saat melibas jalan rusak berkerikil atau tanah.

Slip kopling sedikit, maka ban depan langsung terbang

Performa
Mesin dengan perbandingan diameter x langkah hampir square 57,3 mm x 57,8 mm, karakternya pas untuk Supra GTR 150 yang didesain sebagai motor penjelajah, karena torsi padat banget sejak putaran mesin rendah.

Tuh lihat grafik hasil dyno-nya, pada putaran 4.000 rpm saja sudah lebih dari 11,5 Nm dan grafiknya cenderung flat, pantas enggak perlu buka gas dalam-dalam motor dengan rasio kompresi 11,3:1 ini langsung ngacir, dan untuk harian cukup main di rentang 4-6 ribu rpm saja. Karakter ini cocok untuk stop and go di kemacetan atau jika melewati jalan menanjak. Torsi maksimalnya 12,96 Nm diraih di 6.800 rpm.

Editor :

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA