Kaki Pemiliknya 'Berat', Honda HR-V Dipaksa Peras Tenaga Jadi 157 Dk On Wheel!

Parwata - Sabtu, 14 April 2018 | 20:12 WIB
Honda HR-V E 2015 157 hp Untuk Harian
Kyn/Otomotifnet
Honda HR-V E 2015 157 hp Untuk Harian

Otomotiffnet.com - Pria yang cuma mau disebut Yap ini, sejak dulu sudah getol ikutan drag race dengan Toyota Soluna miliknya yang sudah bermesin 4AG-E.

"Kaki saya ini berat, bawaannya pengin ngegas melulu, hahaha..," canda Yap.

Buktinya, setelah Soluna dijual, ia lantas beralih ke Toyota Yaris yang juga dipakai drag race.

Namun belakangan karena kesibukan kerjanya semakin meningkat, hobi drag race-nya sempat ditinggalkan.

Interior masih standar, cuma ganti pedal set
Kyn/Otomotifnet
Interior masih standar, cuma ganti pedal set

Ditambah ia hijrah ke Jakarta dari Jogjakarta, membuat pria 35 tahun ini makin jauh dari arena kebut lurus.

"Saya juga ganti mobil pakai Honda HR-V. Lebih cocok untuk di lalu lintas Jakarta,” tuturnya.

Tapi dasar memang dari sono-nya menderita 'kaki berat', ditambah mesin HR-V E 2015 ini menurutnya agak 'bolot', ia pun gatal mengoprek performanya.

Seperti apa ubahannya? Yuk, ditengok! (Kyn/Otomotifnet.com)

Ubahan di mesin mulai ganti kem dan pasang piggyback, hasilnya dapat 157 dk
Kyn/Otomotifnet
Ubahan di mesin mulai ganti kem dan pasang piggyback, hasilnya dapat 157 dk

Dapat Power 157 dk

Guna mengatasi performa akselerasi yang agak lemot, yap bela-belain bawa Honda HR-V yang baru dibelinya ke bengkel Shift di Yogyakarta.

“Mau ta’ pasangi Dastek Unichip Q+, downpipe J's Racing dan upgrade kaki-kakinya," tukasnya.

Namun karena ia merasa performanya masih kurang nendang, Yap minta 'tambah' dengan mengirim mobilnya itu ke bengkel Supernova milik Boy.

Pelek cukup 17 inci dan pasang BBK untuk safety
Kyn/otomotifnet
Pelek cukup 17 inci dan pasang BBK untuk safety

Di sana, kem pun diganti dengan yang berdurasi 245 derajat buatan Thailand.

Lalu per klep juga ikut diganti agar putaran atasnya lebih terasa pada saat VTEC aktif.

"Filter udara juga pakai K&N, agar pasokan udara lebih banyak dan termostat ganti pakai J's," sebut Yap.

Dengan ubahan tersebut, saat didyno on wheel, power maksimum tercatat di angka 157 dk.

Wewww..!

Ganti coil over Tein agar lebih ceper dan stabil
Kyn/Otomotifnet
Ganti coil over Tein agar lebih ceper dan stabil

"Masih bisa dibikin lebih kencang lagi, tapi takut CVT-nya enggak kuat," tukas pria yang berprofesi sebagai banker ini.

Kaki-kaki & Aksesori

Saat di bengkel Shift, keempat pelek bawaan pabrik diganti pakai WedsSport SA10R ukuran 17x7,5 inci.

Namun bannya tetap andalkan bawaan HR-V. Lalu soknya ganti pakai coil over Tein Z-Flex.

Tampilan dari luar biasa, tapi jangan coba nantangin di jalan ya!
Kyn/Otomotifnet
Tampilan dari luar biasa, tapi jangan coba nantangin di jalan ya!

"Dengan settingan ini, lebih enak dipakai harian," bilang pemukim di Jakpus ini.

Oh ya, kap mesin diganti dengan kap karbon guna mengurangi bobot kendaraan, agar tarikannya makin joss.

Selanjutnya, stoplamp standar digusur pakai Eagle Eyes model Vezel, biar tampilan belakang terlihat keren. Sip lah!

Data Modifikasi

Eksterior :
Kap karbon, stoplamp Vezel, antena J's Racing

Interior :
Pedal set Sparco, water temp Pivot

Mesin :
Camshaft 245 derajat, per klep, downpipe+centerpipe J's Racing, knalpot Kakimoto, filter udara K&N, Dastek Unichip Q+

Kaki-kaki :
WedsSport SA10R 17x7,5 inci, ban Dunlop 215/55R17, coil over Tein Z-Flex, BBK AP Racing 4 pot

Plus : Mesin kencang untuk harian
Minus: Interior masih standar

Editor : Joni Lono Mulia
Sumber : Tabloid OTOMOTIF

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X