Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Gojek Beli Saham Blue Bird, Sekarang Dikabarkan Merger Bareng Grab?

Panji Nugraha - Jumat, 28 Februari 2020 | 07:00 WIB
Gojek Beli ‘Secuil’ Blue Bird, Sekarang Dikabarkan Merger Bareng Grab?
Randy/Otomotifnet
Gojek Beli ‘Secuil’ Blue Bird, Sekarang Dikabarkan Merger Bareng Grab?

Otomotifnet.com - Setelah menjadi isu beberapa waktu lalu, akhirnya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah melakukan pembelian saham di PT Blue Bird Tbk (BIRD).

Hal tersebut diketahui dari keterbukaan informasi yang disampaikan oleh manajemen Blue Bird pada Jumat (21/2). Adapun pembelian saham dilakukan pada Kamis (13/2).

Dengan harga penjualan Rp 3.800 per saham, menjadikan Gojek sebagai salah satu pemegang saham minoritas perusahaan jasa transportasi taksi berlogo burung tersebut.

Sedangkan PT Pusaka Citra Djokosoetono masih tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan saham sebesar 31,51%.

“Kami menyambut baik ketertarikan dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa untuk melakukan investasi melalui pembelian saham BIRD,”

”Bergabungnya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa sebagai salah satu pemegang saham menunjukkan bahwa PT Blue Bird Tbk sebagai penyedia transportasi merupakan partner yang strategis bagi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa".

"Kami juga yakin langkah ini akan semakin memperkuat kolaborasi antara kedua belah perusahaan, sekaligus mendukung usaha perusahaan untuk secara konsisten meningkatkan layanan Bluebird terhadap konsumen.” ujar Noni Purnomo selaku Direktur Utama PT Blue Bird Tbk dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Andre Soelistyo selaku Co-CEO PT Aplikasi Karya Anak Bangsa menuturkan "Peningkatan kerjasama dengan Bluebird merupakan bukti nyata untuk hal ini dan memungkinkan kami untuk meningkatkan dua layanan utama kami di Indonesia, yaitu pembayaran dan transportasi.”

Selang beberapa hari kemudian, berhembus kabar kalau perusahaan rintisan (startup) yang didirikan oleh Nadiem Makarim tersebut akan melakukan penggabungan (merger) dengan pesaingnya, Grab.

Menjadi menarik karena kedua penyedia jasa transportasi ini sama-sama berstatus decacorn. Yaitu perusahaan dengan valuasi lebih dari 10 miliar dolar AS.

Berdasarkan laporan The Information, kedua manajemen perusahaan telah bertemu sesekali selama 2 tahun terakhir.

Bahkan diskusi tersebut berubah menjadi serius selama beberapa bulan belakangan.

Presiden Grab Ming Maa dan CEO Gojek Andre Soelistyo disebut telah bertemu awal bulan ini untuk membicarakan kesepakatan akhir.

Namun kedua belah pihak masih jauh dari kesepakatan.

"Tidak ada rencana untuk merger dan laporan media baru-baru ini mengenai diskusi seperti ini tidak akurat," ujar juru bicara Gojek membantah kabar merger tersebut, dikutip dari Bloomberg.

Penulis : Raspatidana

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa