Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Kemenhub Ungkap Kinerja 2023, Infrastruktur Tak Hanya Berpusat di Jawa

Harryt MR - Rabu, 20 Desember 2023 | 18:38 WIB
Menhub Budi memaparkan kinerja Kemenhub 2023. Berbagai fasilitas dan infrastruktur yang berhasil dibangun Kemenhub, mungkin tidak terlihat dari Jakarta
Harryt / Otomotifnet.com
Menhub Budi memaparkan kinerja Kemenhub 2023. Berbagai fasilitas dan infrastruktur yang berhasil dibangun Kemenhub, mungkin tidak terlihat dari Jakarta

Baca Juga: ODOL Ugal-ugalan Bikin Ngeri, Pengamat Bilang Biaya Logistik Tinggi Jadi Pemicu

Terkait hal tersebut, fokus dukungan Kemenhub mencakup kawasan Tertinggal, Terluar, Terdepan dan Perbatasan (3TP), dan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Serta meliputi dukungan pada Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), juga mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.

Masih menurutnya, Kemenhub termasuk Kementerian yang mengantongi pagu anggaran cukup besar. Meskipun selama 10 tahun terakhir pagu anggaran Kemenhub berfluktuatif.

Pagu terbesar pada tahun 2015 sebesar Rp 65,13 triliun, sedangkan pagu terkecil pada 2022 sebesar Rp 33,48 triliun. 

Berdasarkan kondisi tersebut, Menhub Budi memaparkan strategi Kemenhub adalah menggenjot pembangunan di tengah keterbatasan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara).

“Kita mengupayakan creative financing dari sektor swasta. Kita juga menyederhanakan layanan investasi, termasuk feasibility studies dan perijinan,” beber Menhub Budi.

Maksud dari creative financing adalah pembiayaan infrastruktur lebih dititikberatkan pada partisipasi sektor non Pemerintah. Sehingga pembiayaan infrastruktur tidak membebani APBN.

Baca Juga: Market Share Pulau Jawa Menciut, Penjualan Mobil di Kalimantan, Sumatara Hingga Sulawesi Membesar

“Pemerintah hanya membiayai 20% dari APBN. Selebihnya 80% dibiayai dari sektor swasta dan BUMN. Itulah yang kami sebut creative financing,” lanjutnya lagi.

Ia pun memaparkan data investasi di sektor transportasi periode 2020-2024, totalnya mencapai Rp 1.288 triliun. 

Dari jumlah tersebut, Pemerintah merogoh kocek APBN sebesar Rp 266,64 triliun (20%), lalu BUMN sebanyak Rp 341 triliun (26%), dan sektor swasta sebesar Rp 702 triliun (54%).

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa