Salut, Dalam Kondisi Tergeletak, Polisi Yang Hadang Motor Pengebom Di Polrestabes Surabaya Mengaku Tak Gentar

Parwata - Jumat, 18 Mei 2018 | 02:45 WIB

Kondisi Bripka Rendra pascaoperasi pengangkatan serpihan bom bunuh diri yang mengenai tubuhnya di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). (Parwata - )

"Saya masuk pos, ini sudah berdarah semua, baju sudah robek semua," katanya.

Kini, ia menjalani perawatan di rumah sakit Bhayangkara Surabaya dan diketahui telah selesai dioperasi.

Walau telah mengalami kejadian naas itu, Bripka Rendra mengaku tidak gentar.

"Enggak gentar," jawabnya saat ditanya Najwa Shihab.

Tak hanya Bripka Rendra, salah seorang petugas kepolisian juga terluka dalam kejadian tersebut.

Dialah Bripka Ahmad Muaffan Alaufa.

Akibat ledakan bom itu, ia mengalami permasalahan yang cukup parah di telinga kanannya.

(BACA JUGA: Mesin Kecil, Gak Pake Supercharger, 'Ninja H2' Ini Jinak, Tarikan Dijamin Gak Ngejambak)

"Sudah stabil, pendengaran sebelah kanan yang parah," ucap Bripka Ahmad.

Bersama rekannya, ia turut menghentikan laju motor pelaku yang hendak masuk di Polrestabes Surabaya.

Bripka Ahmad mengaku sempat memegang motor yang berada di depan, namun ia menuturkan kalau motor bagian belakang yang terlebih dahulu meledak.

"Yang meledak duluan yang belakang," ujarnya.

Sebelum bom meledak, ia belum sempat bicara dengan pelaku yang mengendarai motor.

"Enggak sempat bicara, saya cuma angkat tangan, saya suruh stop, saya hentikan motornya," kata Bripka Ahmad.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Tubuhnya Berlumuran Darah Usai Hadang Bom di Polrestabes Surabaya, Polisi Ini Mengaku Tak Gentar,