Ciri-Ciri Sensor Injeksi Bermasalah, Bukan Cuma Lampu Indikator Nyala

Parwata - Kamis, 13 Desember 2018 | 19:40 WIB

Ciri-Ciri Sensor Injeksi Bermasalah Bukan Cuma Bikin Indikator Engine Cek Nyala (Parwata - )

Otomotifnet.com - Sistem pasokan bahan bakar injeksi elektronik seperti yang diaplikasi pada mobil modern, memiliki segudang kelebihan ketimbang sistem karburator.

Antara lain pembakaran lebih sempurna, konsumsi bahan bakar lebih efisien, tenaga lebih optimal dan tingkat emisi lebih rendah.

Namun karena sistemnya lebih rumit dan canggih, perawatan mesin injeksi pun menuntut perhatian lebih dari pemiliknya.

Salah satunya adalah kondisi sensor-sensornya.

“Karena sistem injeksi elektronik sudah diatur komputer, maka membutuhkan sensor untuk membaca berbagai hal"

"Seperti pasokan bahan bakar dan udara, emisi hingga memantau kondisi mesin,” sahut Anton Chairyawan, mekanik bengkel Pondok Bambur Motor Service, di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Oleh karena itu, mari kita mengenal sensor pada mesin injeksi yang butuh perhatian agar selalu terjaga kinerjanya. Tomo/OTOMOTIF

MAF sensor

Mass Airflow Sensor (MAF) yang digunakan pada sistem injeksi elektronik, bertugas mengukur jumlah dan kepadatan udara yang masuk ke dalam mesin.

Sehingga ECU (Electronic Control Unit) atau komputer mesin dapat menentukan debit bahan bakar yang disemprotkan untuk mendapatkan rasio bahan bakar dan udara yang optimal.

Seiring usia, posisi MAF sensor yang berada di atas boks filter udara yang mengarah ke throttle body ini, bisa kotor akibat terkontaminasi kotoran yang masuk bersama udara.

Akibatnya, membuat kemampuan sensor dalam membaca jumlah udara, jadi berkurang.

Baca Juga : Ini Yang Bikin Serem Kantong, Problem Kompresor AC Ngorok

Efek yang akan ditimbulkan, mesin bakal bekerja dengan campuran yang terlalu kurus.

Ini bisa mengakibatkan lampu check engine akan menyala.

Gejalanya, lazimnya kinerja mesin tersendat, putaran idle kasar atau putaran mesin dapat tiba-tiba berubah.

Walaupun kondisi MAF sensor yang kotor atau tidak optimal ini tidak langsung berdampak fatal.

Tapi jika tak cepat ditangani, karena hal ini bisa menyebabkan konsumsi bahan bakar Anda menjadi sangat boros.

Baca Juga : Dinding Silinder Baret, Kampas Kopling Cepat Tipis Dan Problem Crankshaft, Penyebabnya Sepele

Nah, jika sensor ini hanya kotor, maka MAF sensor hanya perlu dibersihkan.

Namun jika sudah rusak, tak ada jalan lain selain mengganti MAF sensor.

Harganya memang cukup menguras kantong, yakni sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1,7 juta, tergantung merek kendaraan.

“Sebaiknya scan total mesin, sebelum divonis mengganti MAF sensor agar kerusakannya dapat diketahui secara pasti,” saran Anton.

Dok . OTOMOTIF
MAF Senor