Mobil Lawas Belum Tentu Aman Telan BBM Oktan Rendah, Kompresi Pengaruh, Rawan Gejala Ngelitik

Ignatius Ferdian - Rabu, 23 Oktober 2019 | 20:15 WIB

Ilustrasi mobil-mobil tua yang dijual di dealer mobkas (Ignatius Ferdian - )

Otomotifnet.com - Langkanya BBM oktan rendah yakni premium, masih menjadi masalah karena permintaan yang cukup tinggi.

Ini juga dikarenakan usia pakai mobil yang cukup tinggi di Indonesia masih cukup banyak dan memerlukan BBM oktan rendah.

Tapi apa benar semakin lama usia pakai mobil memerlukan BBM oktan rendah?

"Tergantung dari jenis mobilnya dulu dari baru apakah kompresi mesin tinggi atau sudah rendah serta seberapa besar penurunan kompresinya," buka Hans Steven, pemilik bengkel Speed'Z Performance.

(Baca Juga: Mobil Matik Wajib Kuras Oli Transmisi Tiap 80.000 Km, Biaya Buat Avanza Cuma Rp 600 Ribuan)

Pradana/GridOto.com
Pompa pengisian BBM Premium di SPBU Pertamina.

Menurut Hans, mobil yang terus terawat dengan baik tidak mengalami penurunan kompresi yang cukup signifikan.

Kalau kompresi mesin masih tinggi dan tetap dipaksakan menggunakan BBM oktan rendah akan muncul gejala ngelitik atau knocking.

"Knocking itu terjadi karena bahan bakar meledak duluan sebelum proses kompresi, piston dipaksa turun sebelum waktunya," jelas Hans.

Masalahnya, mobil usia tua meskipun terawat namun komponen internalnya sudah mencapai batas usia pakai dan rentan rusak.

(Baca Juga: Lamborghini Raffi Ahmad Terbakar Karena Overheat, Tidak Bisa Dicover Asuransi?)

Kalau mengalami penurunan kompresi yang cukup tinggi barulah bisa pakai BBM oktan rendah.

"Kalau diisi dengan BBM oktan tinggi malah menyebabkan kerak karena BBM tidak terbakar sempurna di dalam tekanan saat proses kompresi," ujar Hans.