Piaggio Belum Tertarik Bikin Pabrik di Indonesia, Komunitas Terus Mendesak

Irsyaad Wijaya - Senin, 3 Februari 2020 | 13:45 WIB

Piaggio Indonesia Buka Dealer Baru di Rawamangun, Jakarta Timur (Irsyaad Wijaya - )

Otomotifnet.com - PT Piaggio Indonesia, hingga kini belum memiliki pabrik perakitan secara lokal.

Skemanya saat ini masih impor dari beberapa negara, dan itu yang membuat harganya melambung tinggi.

Marco Noto La Diega, Presiden Direktur PT Piaggio lndonesia mengatakan, pihaknya lebih ingin fokus untuk mengembangkan layanan purnajual terlebih dahulu.

"Jadi kami memang sangat fokus untuk pengembangan dealer saat ini," katanya saat ditemui di Rawamangun, Jakarta Timur, (31/1/2020).

(Baca Juga: Vespa Primavera dan Sprint 150 Mulai Rp 44 jutaan, Cicilan Kredit Termurah Rp 1,6 jutaan!)

Selain itu, saat ini, Marco juga lebih ingin mengembangkan market melalui produk-produk yang sudah ada.

"Sekarang kami lagi fokus untuk menggarap atau mengembangkan market yang ada," imbuhnya.

Maka, beberapa waktu lalu, PT Piaggio lndonesia baru saja meresmikan dealer terbarunya di Rawamangun demi menambah layanan purnajualnya.

Dealer tersebut merupakan dealer keempat hasil kerja sama dengan PT Dwi Pratama Mandiri sejak tahun 2018.

Dealer berukuran 280 meter persegi ini mengusung konsep Motoplex dengan 3S (sales, service, spare parts) yang dilengkapi area showroom dan bengkel.

Konsep ini memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan pengalaman menyeluruh dari PT Piaggio Indonesia.

Selain itu, pelanggan disuguhkan merchandise eksklusif serta aksesori yang penuh gaya untuk memberikan sentuhan lebih personal.

Soal bangun pabrik di Indonesia, sebenarnya sudah didesak oleh komunitas pengguna Vespa di artikel yang berjudul:

(Baca Juga: Piaggio Indonesia Buka Dealer Baru di Rawamangun, Jakarta Timur, Ini Fasilitasnya)

Piaggio Didesak Bikin Pabrik di Indonesia, Komunitas: Sekarang Sudah Saatnya!

Seperti yang diungkapkan oleh Gunawan Wijaya, Ketua Komunitas General Team Bespa Society (GTVS).

Pabrik Vespa dirakit secara lokal itu suatu bentuk pengharapan banget," kata Gunawan.

"Karena harga motor, ketersediaan sparepart atau komponen lainnya harganya akan jauh lebih terjangkau," ujarnya

Menurut Gunawan, sekarang sudah waktunya pabrik Vespa dibangun di Indonesia.

"Sekarang sudah saatnya lah pabrik Vespa didirikan. Kalau dulu ada PT Dan Motor sebagai pabrik Vespa di Indonesia," kata Gunawan.

"Sekarang giliran yang matik juga karena sudah sekian tahun Piaggio Indonesia berdiri," ungkap Gunawan.

"Selain itu di Indonesia juga sumber daya manusianya banyak, bahan baku juga lengkap kok di negara kita ini," sebutnya.

(Baca Juga: Piaggio Indonesia Disentil Komunitas Vespa GTS, Inden Onderdil Bisa 4 Minggu)

Raspatidana
Piaggio Indonesia Buka Dealer Baru di Rawamangun, Jakarta Timur

"Tinggal pihak principal saja mau atau tidaknya," tambah Gunawan.

Para komunitas juga mengkritik soal ketersedian suku cadang yang perlu inden beberapa minggu di artikel yang berjudul:

Piaggio Indonesia Disentil Komunitas Vespa GTS, Inden Onderdil Bisa 4 Minggu

Komunitas pemakai Vespa GTS mengeluhkan inden suku cadang di dealer terlalu lama.

Lanjut Gunawan, yang menganggap beberapa komponen Vespa GTS miliknya sulit didapat.

"Saran kami ke APM, sebagai pengguna Vespa matik kalau bisa ketersediaan suku cadangnya lebih mudah," sebut Gunawan.

"Karena secara tingkat kepuasaan buat pemakaian pasti sparepart yang genuine atau asli," kata Gunawan.

Sahala Ringo, Sekjen GTVS mengungkapkan, selama ini suku cadang slow moving Vespa GTS stoknya susah di bengkel resmi Piaggio.

"Kalau spare part fast moving sih mudah, tapi komponen slow moving yang kerusakannya enggak bisa diprediksi seperti engine mounting itu ketersediannya susah, dari pihak Piaggio maupun bengkel resminya," terang Ringo.

(Baca Juga: Piaggio Siap Perbanyak Dealer di Indonesia, Mengenai Pabrik Bukan Fokus Saat Ini)

instagram.com/vespa_ind
Suasana riding Vespa GTS Super Tech 300 Dealer Open Day Jakarta

Menurut Ringo, jika stok kosong Ia terpaksa inden dengan waktu yang tak pasti.

"Untuk waktu inden enggak bisa prediksi, kadang inden bisa 3 minggu atau 4 minggu dan bengkel resmi juga enggak bisa kasih estimasi yang pasti," jelas Ringo.

Ringo menambahkan, ke depannya Piaggio Indonesia harus lebih siap untuk menghadapai masalah ini.

"Pihak Piaggio harus lebih siap buat stok spare part-nya, sementara kalau fast moving seperti oli atau bagian dalam CVT sih gampang dapatnya," tutup Ringo.