Industri Bus di Indonesia Dihajar Pandemi Covid-19, Kemenperin Sebut Masih Ada Hasil Positif

Ignatius Ferdian,Harun Rasyid - Jumat, 5 Februari 2021 | 22:40 WIB

Ilustrasi Bus (Ignatius Ferdian,Harun Rasyid - )

Kompas.com/ Dio
Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah

"Saya harap asosiasi ASKARINDO dan IPOMI agar terus mendorong anggotanya untuk terus berinovasi terutama melalui saluran digital. Apalagi saat ini Indonesia telah menerapkan Making Indonesia 4.0 dengan 7 prioritas sektor di antaranya transportasi sebagai penghela ekonomi nasional," kata Taufiek.

Ia menyampaikan, industri bus dalam negeri juga dianggap terus maju dan mampu menjawab keperluan para penikmatnya di Tanah Air.

"Dengan data tersebut, ada peluang besar di industri otomotif nasional dalam negeri. Baik dari segi perakitan, Gaikindo, karoseri. Semuanya memiliki kemampuan pemenuhan kebutuhan kendaraan Komersial dari segi tipe dan jumlah kendaraannya," ungkap Taufiek.

Lebih lanjut, ia menambahkan jika kebutuhan bus akan tetap naik seiring dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah soal transportasi.

"Potensi kebutuhan bus cukup tinggi mengingat pemerintah terus meningkatkan sistem transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari dalam kota hingga pariwisata. Selain itu ada program peremajaan transportasi yang sudah berusia 25 tahun," tutupnya.