Sering Mencampur BBM Beda Oktan & Cetane Number? Ini Yang Akan Terjadi!

Andhika Arthawijaya - Rabu, 24 Maret 2021 | 22:20 WIB

Ilustrasi mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina (Andhika Arthawijaya - )

"Bahayanya deposit, kalau di valve (klep) bisa bikin macet. Jadi, si katup baliknya kurang cepat sehingga tersangkut dan tabrakan sama piston lalu bengkok, selesai sudah, mesinnya jadi gak bisa jalan," wanti Prof. Yus.

Sebaliknya deposit yang terbentuk di ruang bakar, “Nanti businya cepat berkerak, yang bisa bikin nyala businya kecil atau orang bilang mati,” tambahnya.

Sementara kalau numpuknya di bagian atas piston dan di kubah cylinder head, maka akan membuat kompresi jadi makin tinggi.

Sehingga butuh bahan bakar yang oktannya lebih tinggi lagi dari anjuran pabrik.

Baca Juga: Bila Tarikan Mobil Berat, Boros BBM dan Emisi Gas Buang Jelek, Besihkan Part Ini!

Jadi, jangan kaget meski Anda sudah beralih menggunakan BBM dengan oktan yang sesuai anjuran pabrik, tapi mesin masih suka ngelitik.

Karena sebelumnya deposit sudah terbentuk akibat sering mencampur BBM beda oktan tadi.

Sama halnya pada mobil bermesin diesel, terutama yang sudah mengusung diesel modern macam common-rail.

Tak sedikit pengguna mobil bermesin diesel common-rail yang mengakali mengoplos solar subsidi dengan yang non subsidi, dengan tujuan untuk berhemat, namun performa mesin tetap dapat.

Padahal menurut Prof. Yus, langkah tersebut justru akan mengurangi kinerja bahan bakar dengan kualitas di atasnya.