Pembalapnya Kandidat Pengganti Valentino Rossi, Bos Red Bull KTM Ajo Curhat ke Dorna Sports

Irsyaad Wijaya,Ruditya Yogi Wardana - Rabu, 16 Juni 2021 | 09:15 WIB

Pembalap Moto2 tim Red Bull KTM Ajo, Raul Fernandez (Irsyaad Wijaya,Ruditya Yogi Wardana - )

Otomotifnet.com - Nama pembalap muda berprestasi mulai muncul sebagai kandidat pengganti Valentino Rossi di tim Petronas Yamaha SRT.

Seperti pembalap rookie Moto2 yang saat ini masih membela tim Red Bull KTM Ajo, Raul Fernandez.

Kiprahnya di Moto2 memang bisa dikatakan sangat bagus untuk seorang pembalap rookie.

Apalagi dengan koleksi dua kemenangan, dua runner-up dan satu podium tiga di tujuh seri balapan terakhir Moto2 2021.

Melihat performa Raul Fernandez tentu tidak heran jika tim Petronas Yamaha SRT sampai meliriknya untuk menjadikannya salah satu kandidat pengganti Rossi nanti.

Baca Juga: Namanya Dirumorkan Jadi Kandidat Pengganti Valentino Rossi, Toprak Razgatlioglu Malah Tak Tahu

MotoGP
Raul Fernandez memberikan komentar soal ketertarikan Yamaha untuk menjadikannya pengganti Valentino Rossi di MotoGP musim depan

Mendengar kabar tersebut, lantas bagaimana sih tanggapan dari Raul?

"Saya jujur saja sudah memiliki lingkungan terbaik untuk membuat saya berkembang di masa depan," jelasnya, dikutip dari Motosan.es.

Ia menambahkan, dirinya memilih untuk menyerahkan segala keputusan kepada manajemen tim Red Bull KTM Ajo.

Terlebih untuk saat ini Raul masih terikat kontrak jangka panjang dengan Red Bull KTM Ajo.

Dengan begitu, belum bisa dipastikan apakah dirinya akan bertahan bersama Red Bull KTM Ajo atau dilepas untuk naik ke kelas MotoGP dan bergabung ke Petronas Yamaha SRT.

Sementara itu, CEO KTM, Stefan Pierer merasa sedikit kesal dengan munculnya berita tim Petronas Yamaha SRT yang mengincar salah satu pembalap mudanya.

"Kami punya kontrak jangka panjang dengan pembalap muda kami. Saya merasa hal ini harus jadi pelajaran bagi semua pembalap, khususnya pembalap muda," kata Stefan.

MotoGP
Stefan Pierer selaku Bos Tim Red Bull KTM Ajo Moto2

Menurutnya, kondisi ajang balap, baik Moto3 hingga MotoGP, akan menjadi mengkhawatirkan jika para pembalap muda kerap disarankan untuk melanggar kontrak mereka.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkannya itu, Stefan bahkan sampai curhat ke CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta.

"Bagaimana saya tidak kesal, kami punya kontrak jangka panjang dengan pembalap kami dan kami tidak mau diam begitu saja," pungkasnya.