Setelah Sepupu Maverick Vinales Tewas, Aturan Bagi Pembalap Muda Diperketat

Rezki Alif,Irsyaad W - Kamis, 30 September 2021 | 15:00 WIB

Dean Berta Vinales meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan parah pada Race 1 WorldSSP300 Spanyol 2021 (Rezki Alif,Irsyaad W - )

"Kami memikirkan alternatif. Federasi ini dengan kontak dari Dorna dan FIM, mempelajari peluang bertindak dan menyiapkan aturan umur minimal untuk balapan, meskipun kami menghargai pengalaman pembalap lebih penting," jelasnya.

Jadi pertimbangan karena kasus kecelakaan lebih banyak terjadi di kelas bawah yang terdiri dari pembalap-pembalap muda.

Selain soal usia, jumlah pembalap di satu kategori juga sangat diperhatikan.

Di WorldSSP300 ataupun Moto3, jumlah pembalap jauh lebih banyak di tengah kompetisi yang sangat ketat.

"Jumlah peserta bisa disesuaikan dengan sirkuitnya, panjangnya, lebarnya. Adanya 30 pembalap dalam satu balapan peluang kecelakaannya lebih besar dibandingkan 20 pembalap kan," tegas Casado.

Baca Juga: Pembalap Muda Moto2 Diincar Tim MotoGP, Rider MotoGP Sebut Tak Semudah Dibayangkan, Begini Katanya

MotoGP
Afridza Munandar, pebalap muda asal Tasikmalaya, jabar yang tewas di Sirkuit Sepang, Malaysia (2/11/2019).

Sayangnya banyak hal yang harus dipertimbangkan.

Membatasi jumlah ataupun usia akan menutup peluang beberapa bakat untuk menampilkan talentanya, tapi keselamatan tetap yang utama.

"Di satu pihak itu bagus untuk kompetisi, tapi di sisi lain ada masalah kompleks di poin keamanan karena pembalap terlalu dekat satu sama lain," terangnya.

"Aku berpikir tetap lebih baik pembalap punya ruang lebih besar dan tidak bertarung terlalu banyak. Tapi di sisi penonton, peluang kesetaraan akan selalu bagus," jelasnya.