Apa Benar Kapur Barus Bisa Naikkan Oktan Bensin, Ini Faktanya

Konten Grid - Rabu, 7 Januari 2026 | 10:20 WIB

Kapur barus dicampur bensin (Konten Grid - )

Otomotifnet.com - Masih banyak yang percaya bahwa mencampur kapur barus ke dalam tangki bensin bisa meningkatkan angka oktan dan mendongkrak tenaga mesin.

Secara historis, kapur barus memang mengandung naphthalene dengan angka oktan 90 yang dulu digunakan untuk bensin berkualitas rendah (di bawah oktan 90).

Namun, di era teknologi mesin modern saat ini, praktik ini bukan hanya tidak relevan, tapi justru sangat merugikan.

Mengapa Kapur Barus Tidak Lagi Efektif?

Kandungan naphthalene hanya mampu memberi dampak pada bahan bakar beroktan sangat rendah seperti Premium.

Jika dicampurkan pada bensin modern yang sudah beroktan 92 ke atas, kapur barus tidak akan memberikan efek peningkatan performa yang berarti.

Sebaliknya, naphthalene justru sulit terbakar sempurna, yang berujung pada tingginya kadar emisi hidrokarbon (HC) dan kerusakan jangka panjang pada komponen mesin.

Ancaman Serius bagi Kesehatan

Lebih dari sekadar masalah mesin, penggunaan naphthalene kini telah dilarang karena sifatnya yang karsinogenik (pemicu kanker).

Berdasarkan data Agency for Toxic Substances and Disease Registry, zat ini dapat terserap ke tubuh melalui pernapasan maupun kontak kulit.

Baca Juga: Awas, Menggoyang Motor Saat Isi Bensin Itu Berbahaya, Ini Akibatnya

Baca Juga: Baru Tahu, Ini Dampak Gonta Ganti Jenis Bensin Pada Performa Bensin

Baca Juga: Inilah 5 Mitos Tentang SPBU dan Bensin, Nomor 4 Sering Dilakukan

Baca Juga: Awas, Inilah Ciri Koil Mobil Bermasalah yang Bikin Boros Bensin

Dampak buruknya sangat luas, di antaranya:

1. Efek Jangka Pendek

Memicu gangguan saraf (neurotoxic) seperti vertigo, gangguan pencernaan, hingga kerusakan hati (hepatic).

2. Risiko Ibu Hamil

Sangat berbahaya karena dapat menembus plasenta dan menyebabkan keracunan fatal pada janin atau bayi.

3. Kesehatan Mata

Paparan langsung berisiko menyebabkan katarak.

Jangan korbankan kesehatan kalian dan usia mesin kendaraan demi penghematan semu.

Selalu gunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan tanpa tambahan zat berbahaya.