Disiplin dalam Penggantian Oli Transmisi
Jangan hanya fokus pada oli mesin. Oli transmisi (ATF) memiliki peran krusial sebagai pelumas sekaligus pengantar daya hidrolis.
Lakukan pengecekan volume oli secara mandiri melalui dipstick oli matic secara berkala.
Penggantian ikuti jadwal servis berkala dari pabrikan (biasanya setiap 40.000 - 80.000 km tergantung tipe mobil). Gunakan selalu spesifikasi oli yang direkomendasikan dalam buku manual.
Operasikan Tuas Transmisi dengan Benar
Banyak kerusakan matic disebabkan oleh gaya mengemudi yang salah, Jangan Pindah ke P Sebelum Berhenti Total. Memindahkan ke posisi P saat mobil masih sedikit bergerak dapat merusak pengunci transmisi (parking pawl).
Gunakan Posisi N di Lampu Merah, Jika berhenti lebih dari 60 detik, pindahkan ke N agar beban mesin berkurang dan transmisi tidak terus-menerus dalam kondisi tertekan.
Gunakan Gigi Rendah (L/2) di Tanjakan/Turunan: Ini membantu memberikan tenaga tambahan atau engine brake, sehingga transmisi tidak bekerja terlalu keras dan tidak cepat panas.
Perhatikan Kondisi Radiator
Sistem pendinginan mesin seringkali terhubung dengan pendinginan transmisi melalui oil cooler. Jika radiator kotor atau tersumbat, suhu oli transmisi juga akan ikut naik drastis (overheat). Pastikan air radiator selalu penuh dan sistem pendingin berfungsi optimal.
Lakukan Servis Berkala di Bengkel Resmi
Sistem transmisi matic modern (seperti CVT) dikontrol secara elektronik. Melakukan servis di bengkel resmi memungkinkan teknisi untuk mendiagnosis masalah menggunakan alat pemindai (scanner) guna memastikan semua sensor dan modul elektronik dalam kondisi sehat.
Mobil matic memerlukan perhatian yang sedikit lebih detail dibandingkan mobil manual. Dengan mengenali gejala awal kerusakan dan disiplin dalam melakukan perawatan rutin, Anda dapat memperpanjang usia pakai transmisi dan menghindari pengeluaran besar di kemudian hari. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan teknisi profesional jika merasakan ada kejanggalan pada performa mobil Anda.
Baca Juga: Perbedaan Ban Tubeless dan Ban Biasa, Mending Pilih Mana Biar Untung
Baca Juga: Cara Deteksi Shockbreaker Mobil Bekas, Gini Tanda Jika Sudah Lemah