Ini Rahasia Transmisi Otomatis Panjang Umur, Jangan Tunggu Mogok

Opti Masigri - Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:56 WIB

Video cara memakai tuas transmisi mobil matic

Otomotifnet.com - Mobil dengan transmisi otomatis (matic) kini menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan karena kenyamanan yang ditawarkan, terutama saat menghadapi kemacetan.

Namun, di balik kemudahannya, sistem transmisi matic memiliki mekanisme yang jauh lebih kompleks dibandingkan transmisi manual.

Kurangnya pemahaman mengenai gejala kerusakan dan kelalaian dalam perawatan dapat menyebabkan biaya perbaikan yang sangat besar.

Yu kita kenali mengenai masalah umum pada mobil matic dan panduan praktis untuk merawatnya.

1. Masalah Yang Sering Terjadi pada Mobil Matic

Seringkali pemilik mobil tidak menyadari adanya kerusakan kecil hingga akhirnya mobil mogok atau transmisi tidak bisa berpindah. Ini adalah beberapa indikasi masalah yang harus Anda waspadai.

Perpindahan Gigi yang Kasar atau "Jedug" (Shocking)

Salah satu gejala paling umum adalah munculnya entakan keras (sering disebut jedug) saat Anda memindahkan tuas transmisi (misalnya dari N ke D atau ke R). Pada kondisi normal, perpindahan harus terasa halus. Entakan ini bisa menjadi pertanda adanya masalah pada sistem hidrolis, kerusakan pada solenoid valve, atau kondisi oli transmisi yang sudah sangat buruk.

Gejala Selip pada Transmisi

Saat Anda menginjak pedal gas, mesin terdengar menderu (RPM naik tinggi) namun kecepatan mobil tidak bertambah secara proporsional. Ini adalah tanda bahwa transmisi mengalami selip. Hal ini biasanya disebabkan oleh kampas kopling matic yang sudah aus atau tekanan oli yang tidak cukup untuk mengunci perpindahan gigi.

Kebocoran Oli Transmisi

Berbeda dengan oli mesin, oli transmisi matic bekerja dalam sistem tertutup yang seharusnya tidak berkurang secara signifikan. Jika Anda menemukan tetesan cairan berwarna kemerahan di lantai garasi, segera periksa ke bengkel. Kebocoran oli akan membuat tekanan hidrolis menurun, yang berujung pada kegagalan fungsi transmisi secara total.

Bau Terbakar dari Area Mesin

Jika Anda mencium bau seperti benda terbakar, bisa jadi transmisi Anda mengalami overheating. Hal ini terjadi karena oli transmisi gagal melumasi dan mendinginkan komponen di dalamnya, biasanya karena kualitas oli yang sudah rusak atau volume oli yang kurang.

Tuas Transmisi Sulit Dipindahkan

Dalam beberapa kasus, pengemudi merasa tuas transmisi terasa keras atau tersangkut, terutama saat ingin pindah dari posisi P (Park). Masalah ini bisa disebabkan oleh kerusakan pada mekanis tuas atau gangguan pada sistem switch rem yang terhubung dengan pengunci transmisi.

2. Perawatan Mobil Matic 

Mencegah selalu lebih baik dan lebih murah daripada memperbaiki. Berikut adalah perawatan yang harus di lakukan untuk menjaga kesehatan transmisi matic Anda.

Rutin Memanaskan Mesin Mobil

Meskipun teknologi mesin sudah canggih, memanaskan mobil matic selama 1-2 menit sebelum digunakan tetap sangat dianjurkan. Hal ini bertujuan agar oli transmisi mencapai suhu kerja yang ideal dan dapat bersirkulasi ke seluruh celah komponen sebelum mesin diberi beban untuk berjalan.

Disiplin dalam Penggantian Oli Transmisi

Jangan hanya fokus pada oli mesin. Oli transmisi (ATF) memiliki peran krusial sebagai pelumas sekaligus pengantar daya hidrolis.

Lakukan pengecekan volume oli secara mandiri melalui dipstick oli matic secara berkala.

Penggantian ikuti jadwal servis berkala dari pabrikan (biasanya setiap 40.000 - 80.000 km tergantung tipe mobil). Gunakan selalu spesifikasi oli yang direkomendasikan dalam buku manual.

Operasikan Tuas Transmisi dengan Benar

Banyak kerusakan matic disebabkan oleh gaya mengemudi yang salah, Jangan Pindah ke P Sebelum Berhenti Total. Memindahkan ke posisi P saat mobil masih sedikit bergerak dapat merusak pengunci transmisi (parking pawl).

Gunakan Posisi N di Lampu Merah, Jika berhenti lebih dari 60 detik, pindahkan ke N agar beban mesin berkurang dan transmisi tidak terus-menerus dalam kondisi tertekan.

Gunakan Gigi Rendah (L/2) di Tanjakan/Turunan: Ini membantu memberikan tenaga tambahan atau engine brake, sehingga transmisi tidak bekerja terlalu keras dan tidak cepat panas.

Perhatikan Kondisi Radiator

Sistem pendinginan mesin seringkali terhubung dengan pendinginan transmisi melalui oil cooler. Jika radiator kotor atau tersumbat, suhu oli transmisi juga akan ikut naik drastis (overheat). Pastikan air radiator selalu penuh dan sistem pendingin berfungsi optimal.

Lakukan Servis Berkala di Bengkel Resmi

Sistem transmisi matic modern (seperti CVT) dikontrol secara elektronik. Melakukan servis di bengkel resmi memungkinkan teknisi untuk mendiagnosis masalah menggunakan alat pemindai (scanner) guna memastikan semua sensor dan modul elektronik dalam kondisi sehat.

Mobil matic memerlukan perhatian yang sedikit lebih detail dibandingkan mobil manual. Dengan mengenali gejala awal kerusakan dan disiplin dalam melakukan perawatan rutin, Anda dapat memperpanjang usia pakai transmisi dan menghindari pengeluaran besar di kemudian hari. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan teknisi profesional jika merasakan ada kejanggalan pada performa mobil Anda.

Baca Juga: Perbedaan Ban Tubeless dan Ban Biasa, Mending Pilih Mana Biar Untung

Baca Juga: Cara Deteksi Shockbreaker Mobil Bekas, Gini Tanda Jika Sudah Lemah

YANG LAINNYA