Pada Jarak Tempuh Berapa KM Waktu Yang Tepat Mengganti Filter Oli

Opti Masigri - Minggu, 1 Februari 2026 | 10:23 WIB

Filter oli Pajero

Otomotifnet.com - Banyak pemilik kendaraan sering kali hanya fokus pada penggantian oli mesin, namun melupakan komponen kecil yang sangat vital yaitu filter oli.

Padahal, fungsi filter oli setara dengan ginjal pada tubuh manusia ia menyaring kotoran agar sistem pelumasan tetap bersih. Mengganti oli tanpa mengganti filter ibarat mandi tetapi tetap memakai baju yang kotor.

Berikut adalah mengenai segala hal yang perlu Anda ketahui tentang ganti filter oli.

1. Apa Fungsi Utama Filter Oli?

Filter oli bertugas menyaring berbagai kontaminan yang dihasilkan selama proses kerja mesin. Tanpa filter yang berfungsi baik, oli akan cepat kotor dan kehilangan kemampuan pelumasannya. Beberapa fungsi utamanya meliputi

Penyaring Kotoran dan Partikel Logam, mesin yang bekerja akan menghasilkan gesekan kecil yang menciptakan gram (serpihan logam). Filter menangkap gram ini agar tidak kembali bersirkulasi dan menggores dinding silinder.

Mencegah Penumpukan Lumpur (Sludge), oli yang terpapar panas terus-menerus dapat teroksidasi dan membentuk endapan seperti lumpur. Filter membantu menahan partikel penyebab endapan ini.

Melindungi Komponen Vital, komponen seperti piston, kruk as, dan noken as membutuhkan pelumasan yang sangat bersih untuk meminimalkan keausan.

2. Kapan Harus Ganti Filter Oli? (Interval KM)

Secara umum, Bengkel  merekomendasikan dua patokan utama untuk mengganti filter oli berdasarkan Jarak Tempuh, untuk mobil disarankan mengganti filter oli setiap 10.000 km atau maksimal setiap dua kali ganti oli mesin. Namun demi perlindungan maksimal, banyak ahli menyarankan penggantian setiap kali ganti oli mesin (setiap 5.000 - 10.000 km).

Berdasarkan Waktu jika kendaraan jarang digunakan, penggantian tetap harus dilakukan setiap 6 bulan sekali. Hal ini dikarenakan oli dan filter di dalam mesin bisa mengalami oksidasi akibat kelembapan udara.

3. Tanda-Tanda Filter Oli Harus Segera Diganti

Selain berpatokan pada kilometer, Anda harus waspada jika muncul gejala berikut pada kendaraan otomania

Lampu Indikator Oli Menyala, jika indikator tekanan oli di dasbor menyala, itu bisa menjadi tanda filter tersumbat total sehingga aliran oli terhambat.

Suara Mesin Kasar, kurangnya pelumasan akibat filter yang kotor akan menyebabkan komponen mesin bergesek secara kasar, menimbulkan suara berisik (knocking).

Performa Mesin Menurun, mesin terasa berat dan cepat panas (overheat) karena sirkulasi pelumas tidak lancar.

4. Tips Memilih Filter Oli yang Tepat

Jangan tergiur dengan harga murah yang tidak masuk akal. Gunakan filter oli berkualitas tinggi atau suku cadang asli. Keunggulan filter berkualitas meliputi

Daya saring maksimal, mampu menyaring partikel hingga mikron terkecil.

Klep Anti-Balik (Anti-Drainback Valve), mencegah oli turun kembali ke bak penampungan saat mesin mati, sehingga saat mesin dinyalakan kembali, oli langsung tersedia untuk melumasi bagian atas mesin.

Material Tahan Tekanan, tidak mudah bocor atau pecah saat tekanan oli tinggi.

Mengganti filter oli secara rutin adalah investasi murah untuk mencegah kerusakan mesin yang bernilai jutaan rupiah.

Pastikan Anda selalu mencatat jadwal servis dan menggunakan produk yang terjamin kualitasnya agar kendaraan tetap awet dan bertenaga.

Baca Juga: Kunci Mobil Hilang? Pelat Nomor Kecil Ini Bisa Jadi Penyelamat Pertama

Baca Juga: Parkir Paralel Mobil Matic, Cara Efektif Mobil Bisa Didorong

YANG LAINNYA