Otomotifnet.com - Sebagai gerbang utama Pulau Sumatera, Provinsi Lampung menjadi titik krusial yang akan menerima beban volume kendaraan sangat tinggi pada mudik Lebaran 2026.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian dan dinas terkait telah memetakan sedikitnya 39 titik rawan yang wajib diwaspadai oleh para pemudik, mulai dari risiko kemacetan parah, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi bencana alam seperti tanah longsor.
1. Titik Rawan Kemacetan
Kemacetan di Lampung umumnya dipicu oleh penyempitan jalur, aktivitas pasar tumpah, dan persimpangan besar.
Beberapa titik yang diprediksi akan mengalami kepadatan tinggi antara lain:
-
Kawasan Bakauheni: Antrean di pintu masuk pelabuhan dan area buffer zone.
-
Jalur Arteri Bandarlampung: Terutama di kawasan Bypass Soekarno-Hatta dan persimpangan menuju arah Pesawaran.
-
Pasar Tumpah Jalur Tengah: Waspadai Pasar Unit II (Tulang Bawang), Pasar Bandar Jaya (Lampung Tengah), dan Pasar Bukit Kemuning (Lampung Utara).
-
Pintu Tol (Exit Toll): Terutama di Exit Tol Terbanggi Besar dan Exit Tol Bakauheni Utara saat terjadi lonjakan kendaraan.
2. Titik Rawan Kecelakaan
Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) memiliki karakteristik jalan lurus yang panjang namun bergelombang di beberapa titik, yang sering kali membuat pengemudi lengah atau mengantuk.
-
Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS): Titik rawan kecelakaan berada di KM 15 hingga KM 100 (Bakauheni - Terbanggi Besar) dan KM 200 ke atas (Terbanggi Besar - Pematang Panggang). Faktor kelelahan (micro-sleep) menjadi penyebab utama di jalur bebas hambatan ini.
-
Jalur Lintas Barat (Jalinbar): Area tanjakan dan turunan tajam di wilayah Pesawaran hingga Tanggamus.
-
Jalur Lintas Tengah (Jalinteng): Kawasan berkelok di Way Kanan yang minim penerangan jalan saat malam hari.
3. Ancaman Tanah Longsor
Bagi pemudik yang memilih jalur barat menuju Bengkulu atau jalur tengah menuju Sumatera Selatan, potensi longsor menjadi ancaman serius, terutama jika cuaca ekstrem terjadi.
-
Jalinbar Pesisir Barat: Tanjakan Sedayu di Semaka (Tanggamus) dan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan area paling kritis yang sering mengalami tanah longsor menutup jalan.
-
Lampung Barat: Jalur menuju Liwa hingga perbatasan Sumatera Selatan memiliki kontur tebing yang labil.
Baca Juga: Catat! Angkutan Barang Dilarang Melewati Area Ini Saat Arus Mudik
Baca Juga: Rawan Kecelakaan, Ini Tips 3 Detik Jaga Jarak Aman di Jalan Saat Mudik
Baca Juga: Catat, Aturan Baru Penyeberangan Merak-Bakauheni di Mudik Lebaran 2026
Baca Juga: Update Tarif Tol Lampung Terbaru 2026, Cek Sebelum Gas Mudik Lebaran
| Jenis Kerawanan | Wilayah Utama | Keterangan |
| Macet Parah | Bandar Jaya, Unit II, Bakauheni | Pasar tumpah dan gerbang pelabuhan. |
| Rawan Laka | Tol JTTS KM 33, 87, & 116 | Area titik jenuh pengemudi. |
| Rawan Longsor | Jalinbar (Sedayu, Manula) | Medan perbukitan dan tebing curam. |
| Kamtibmas | Jalinteng (Mesuji & Way Kanan) | Waspadai area sepi di malam hari. |
Tips Aman Melintasi Lampung
-
Manfaatkan Rest Area: Jangan memaksakan berkendara lebih dari 4 jam di jalan tol. Gunakan fasilitas rest area di JTTS untuk beristirahat sejenak.
-
Cek Kondisi Rem: Sangat penting bagi Anda yang melintasi Jalur Lintas Barat (Jalinbar) karena banyaknya turunan tajam.
-
Hindari Perjalanan Malam di Jalur Sepi: Jika harus melewati Way Kanan atau Mesuji melalui jalur arteri, usahakan dilakukan secara berkelompok atau pada siang hari.
-
Pantau Update Cuaca: Selalu cek informasi dari BMKG, terutama saat melintasi area rawan longsor di pesisir barat.