First Ride Honda CRF1000L Africa Twin Manual ABS, Permisi OTOMOTIF Turing Duluan

Senin, 6 Februari 2017 | 11:49 WIB

Kuala Lumpur - Salah satu moge yang dirilis PT Astra Honda Motor (AHM) kemarin (3/2) adalah CRF1000L Africa Twin. Motor bergenre penjelajah yang dilahirkan kembali dengan menggendong mesin lebih besar.

Beruntung, OTOMOTIF sudah duluan mencicipi CRF1000L Africa Twin varian Manual ABS beberapa ratus kilometer saat bergabung di turing lintas negara, Thailand-Malaysia akhir Oktober 2016 silam. Tanpa menginjak tanah, ternyata CRF1000L Africa Twin nyaman juga jadi cruiser di aspal mulus!

Sebelumnya, Africa Twin diproduksi pada rentang 1989 sampai 2003 dengan kode XRV750, mesinnya berkonfigurasi V-twin. Nah, di 2015 sosok Africa Twin dibangun kembali menggunakan mesin dua silinder segaris, kapasitas mesinnya juga melonjak jadi 998 cc.

Rangka juga desain bodinya berubah total, begitu juga dengan girboknya, ada manual 6 percepatan seperti yang OTOMOTIF coba dan  Dual-clutch transmission (DCT). Tak lupa kaki-kakinya didesain mampu melahap trek off road.

OTOMOTIF-First-Ride-Honda-CRF1000L-Africa-Twin

Desain
Tinggi, kekar tapi tetap ramping, sporti banget! Inilah kesan pertama saat kencan dengan CRF1000L Africa Twin. Lampu depannya full LED menyatu dengan windscreen yang ukurannya enggak terlalu besar tapi sukses menghalau angin. Hanya helm bagian atas dan pundak saja yang tertiup angin, dada aman.

Joknya seperti lembah di antara dua bukit, bukit tangki 18,8 liter dan jok belakang yang ukuran lebar. Di buritan, sudah tersedia braket panniers. Begitu juga dengan behelnya, telah siap memegang top box. Soal pilihan warna, kental nuansa CRF series, cakep.

Jangkung gagah ya!

Fitur dan Teknologi
Teknologi paling mencolok ada di mesin CRF1000L Africa Twin, parallel-twin yang benar-benar baru dan ringkas. Di balik kepala silindernya ada 8 klep SOHC Unicam serupa yang dipakai trail special engine Honda CRF250R dan CRF450R.

Fase poros engkol 270º dan dua buah bandul stabilizer membuat torsi dan traksi lebih kuat namun tetap halus. Sedang pada transmisi, selain manual 6 percepatan seperti yang dicoba kali ini, ada juga versi automatic DCT (Dual Clutch Transmision).

Fitur lainnya cuma ada HSTC (Honda Selectable Torque Control) System dengan tiga level, untuk memindahkan tekan tombol di panel setang sebelah kiri. Level 1, ban belakang liar dan gampang diajak wheelie. Seharusnya dalam kondisi masuk trek tanah, level 1 akan paling sering dipakai. Sayang pada sesi first ride ini enggak terpakai.

Level 2, ban belakang memang tetap tenang, tapi terasa ada spin ketika buka gas mendadak. Sedang level 3 benar-benar enak buat melibas hujan. Persis saat perjalanan mulai masuk Kuala Lumpur, jalanan basah tapi masih percaya diri buat gas terus.

Antilock-Brake System (ABS) juga ada di CRF1000L Africa Twin, yang depan fix enggak bisa dimatikan. Sedang yang belakang tinggal tekan tombol di samping kanan panel indikator untuk menonaktifkan. Roda belakang jadi bisa slide deh hehe..

Panel spidometernya mudah dibaca, di paling kanan ada tombol untuk mematikan ABS roda belakang, jadi bisa ngepot deh!

Coba tengok panel indikatornya, yang atas takometer dalam bentuk bar, spidometer dan fuelmeter jadi satu. Di bawah ada odometer, tripmeter, fuel consumption, suhu mesin, indikator posisi gigi dan jam digital. Di kanan dan kiri ada beberapa lampu indikator seperti sein juga indikator traction control, engine check serta ABS.

Kaki-kaki CRF1000L Africa Twin, yang depan upside down dengan setingan preload di atas, sedang yang belakang posisi tuas adjuster menonjol di samping sehingga mudah dijangkau. Suspensi belakangnya monoshock melekat kuat ke swing arm dengan konstruksi Pro-Link.

Kombinasi rodanya persis motor trail, depan 21 dan belakang 18 inci. Untuk pengereman, disk brake depan 310 mm full floating yang sisi luarnya bergelombang di pasang kanan-kiri, masing-masing dijepit kaliper 4 piston. Sedang yang belakang cuma satu 256 mm dikawal kaliper 2 piston.

Suspensi depan-belakang bisa diseting walau manual
Editor : Dimas Pradopo
loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA