Yamaha XMAX 2017, Tempel Ban Gurun Pasir, Sokbreker Dua Di Kanan

Sukandi - Minggu, 10 Februari 2019 | 15:00 WIB
Yamaha XMAX 2017 Pharaoh Juara Master Class
Indra,Fariz / OTOMOTIF
Yamaha XMAX 2017 Pharaoh Juara Master Class

Otomotifnet.com - Ajang modifikasi berbasis online Yamaha Customaxi kembali digelar.

Seri semifinal pertama digelar di Angle In Us Coffer di Harapan Indah, Bekasi, Jabar (11/2018).

Pada kategori XMAX Master Class alias yang paling bergengsi, dimenangkan Muhammad Ulinnuha yang menurunkan XMAX berkonsep Pharaoh.

“Ini sebenarnya bodi tahun kemarin, tapi punya konsep beda warna cokelat sesuai STNK"

"Konsep airbrush-nya kombinasi piramida, apapun berbau gurun pasir dan akhirnya ketemu Pharaoh,” buka Ulin, panggilan akrabnya.

Jok MBtech custom punya warna seirama dengan konsep Pharaoh
Indra , Fariz / OTOMOTIF
Jok MBtech custom punya warna seirama dengan konsep Pharaoh

Ubahan dimulai dari area kaki-kaki, Ulin menggunakan ban Heidanau K66 yang memiliki pattern kotak-kotak khas dual purpose yang ditenteng dari Singapura.

“Di sini belum banyak yang jual. Ban ini cocok untuk konsep gurun pasir. Ukuran depan standar, tapi yang belakang agak ditinggiin,” sebutnya.

Kemudian suspensi depan konstruksinya diubah menggunakan tipe upside down copotan dari motor 600 cc.

Dan di sinilah kerumitannya dimulai.

“Pasang upside down ini perhitungannya banyak, mulai dari berat badan, berat mesin, dan berat bodi seluruh XMAX. Jadi gak cuma plug and play aja, tapi fungsi dan durability juga dipikirkan,” ujar pria ramah ini.

Agar upside down bisa terpasang perlu melakukan banyak perombakan, salah satunya dengan meng-custom segitiga.

“Karena kalau plug and play kebanyakan sok pada amblas dan sudut beloknya sempit"

"Agar area kolong lapang, segitiga dural dibuat agak cembung, ini bikin sudut beloknya bisa lebih lebar dari sok standar. Kemudian bagian extra fan projie juga ikut kena papas,” urainya.

Agar redamannya tidak terlalu keras sesuai dengan bobot XMAX, bagian dalam upside down di-custom dengan penggunaan per yang lebih panjang, sehingga tetap nyaman untuk dipakai sehari-hari maupun turing.

Kemudian pengereman depan menggunakan double disc brake, namun tetap mengandalkan pelek bawaan.

“Sebelumnya sudah tes dulu kira-kira bahan apa yang cocok untuk dudukan cakram kiri, akhirnya dipilih cor menggunakan dural. Lalu kalipernya pakai Brembo M4 yang mumpuni,” urai Ulin.

Tidak sampai di situ, kedua sok belakangnya juga diganti dengan monosok yang letaknya ada di sisi kanan.

“Dengan memperhitungkan tinggi dan berat agar bisa menopang"

 Knalpot Akrapovic suaranya ‘adem’
Indra , Fariz / OTOMOTIF
Knalpot Akrapovic suaranya ‘adem’

"Setelah coba berbagai macam monosok untuk R15, R25 dan Jupiter MX akhirnya ketemu kombinasinya,” ucap pria yang pernah juara di Customaxi 2017 region Tangerang ini.

Memperhitungkan sisi safety dan bobot motor, bracket monosok dibuat sekuat mungkin menggunakan dural.

YSS dipilih sebagai monosoknya karena punya karakter rebound yang pas dengan adjustment lengkap.

Sehingga motor tetap stabil dan nyaman untuk dikendarai sehari-hari maupun turing.

 Monosok YSS hasil riset, tetap nyaman dan kuat dipakai sehari-hari
Indra,Fariz / OTOMOTIF
Monosok YSS hasil riset, tetap nyaman dan kuat dipakai sehari-hari

Sebagai penunjang konsep padang pasir beberapa aksesori pun dipasangkan.

“Selain ban, adanya crash bar dan lampu PIAA yang biasa untuk mobil pun dipasang.

Lampu utamanya pakai projector copotan mobil lengkap dengan electric levelling,” tunjuk Ulin yang bekerja di BUMN.

 Keempat lampunya menggunakan projector copotan mobil yang terangnya sudah terjamin
Indra, Fariz / OTOMOTIF
Keempat lampunya menggunakan projector copotan mobil yang terangnya sudah terjamin

Di area setang terdapat GPS berbasis Android yang dirasa lebih akurat.

“Karena sistemnya menggunakan satelit dan wireless"

"Selain itu bisa juga men-download aplikasi bermanfaat seperti Waze atau kompas"

"Ada juga aplikasi aRacer untuk memantau seluruh aktifitas mesin seperti temperatur mesin, AFR, setting debit bensin, setting oksigen, dan setting limiter,” urainya.

Saklar aftermarket warna-warni mirip kepunyaan MotoGP, punya fungsi berbeda-beda
Indra , Fariz / OTOMOTIF
Saklar aftermarket warna-warni mirip kepunyaan MotoGP, punya fungsi berbeda-beda

Terakhir Ulin menekankan modifikasi XMAX lansiran 2017 ini tidak hanya asal tampil saja.

“Memikirkan juga sisi safety, durabilitas mesin, kualitas pengecatan, dan elektrikal"

Di setang ada indikator untuk memantau tekanan angin kedua rodanya, kayak moge ya?
Indra , Fariz / OTOMOTIF
Di setang ada indikator untuk memantau tekanan angin kedua rodanya, kayak moge ya?

"Jadi bagaimana motor ini tetap bisa dipakai untuk turing, kontes, juga harian,” tutup anggota dari Jakarta Max Owner (JMO) ini.

Fariz / OTOMOTIF

Plus   : Tingkat kesukitan modifikasi cukup tinggi
Minus: Footstep belakang warna emas kurang cocok dengan konsep

Data modifikasi:
Ban depan: Heidenau K66 120/70-15
Ban belakang: Heidenau K66 150/70-14
Cakram depan: TDR
Kaliper depan: Dual Brembo M4 monoblok radial
Kaliper belakang: Brembo 2 piston
Selang rem: Hel
Bracket kaliper: CNC Thailand
Segitiga: Billet custom
Sein: Lamborghini
Lampu jalan: PIAA
Crash bar: custom
Pijakan kaki: WR3 custom
Windshield: Geba
Spidometer: Custom
Setang: KTC carbon
Raiser: KTC
Handgrip: KTC
End guard: R & G
Master rem depan Brembo: RCS 17
Master rem belakang: Brembo RCS 14
Tabung minyak rem: Rizoma
ECU: aRacer RC1 Super
Radiator: Custom
Radiator guard: Dmotiv
Angel eyes: Cree
Jok: Full MBtech Carera custom
Muffler guard: R&G
Knalpot: Akrapovic original XMAX 2016 Europe
Pelindung leher knalpot: Pro Speed
Tail tidy: YGA
Baut: Pro-Bolt

 

Editor : Iday
Sumber : Tabloid OTOMOTIF

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X