Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Bosch Catat Penjualan Rp 2 Triliun Lebih Sepanjang 2022, Sektor Otomotif Terbanyak

Andhika Arthawijaya - Rabu, 7 Juni 2023 | 23:00 WIB
Menajemen Bosch Indonesia berpose bersama usai acara Annual Press Conference 2023 di Jakarta (7/6/2023)
Andhika Arthawijaya/Otomotifnet
Menajemen Bosch Indonesia berpose bersama usai acara Annual Press Conference 2023 di Jakarta (7/6/2023)

“Ini tentunya dapat mempengaruhi performance dan jarak tempuh. Karena seperti kita ketahui pada kendaraan listrik itu selain motor listrik, griboks dan sebagainya, ada juga baterai yang bobotnya lumayan berat,” tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, lantaran dimensinya cukup kompak, eAxle dapat diinstalasi di dalam ruang mesin dengan mudah, bahkan pada mobil-mobil kecil.

Oiya, motor listrik pada eAxle ini punya range daya mulai dari 50 – 300 kW.

Menurut Bernard eAxle ini di luaran sana sudah digunakan pada mobil listrik buatan Eropa dan China.

Baca Juga: Pro dan Kontra Subsidi Kendaraan Listrik, Mending Lanjut Atau Stop?

Bosch juga memperkenalkan sistem monitoring baterai kendaraan listrik bernama Battery in the Cloud (BitC)
Andhika Arthawijaya/Otomotifnet
Bosch juga memperkenalkan sistem monitoring baterai kendaraan listrik bernama Battery in the Cloud (BitC)

“Kalau di Indonesia masih belum, karena baru kami perkenalkan,” ucapnya.

Selain eAxle, Bosch juga menawarkan sistem Battery in the Cloud (BitC) yang bisa dimonitor lewat smartphone.

“Jadi, sistemnya adalah kita menyiapkan storage di Cloud-nya Bosch untuk me-manage baterai. BitC ini ada beberapa fungsi, yang pertama adalah life time monitoring,” jelas Bernard lagi.

Apa aja yang di monitor? “Kira-kira kita bisa tahu berapa sisa baterai mobil listrik mobil kita, jadi kita tahu kapan harus ngecharge,” tambahnya.

Bisa juga diketahui apa saja yang menyebabkan pemakaian baterai cepat habis.

“Misal karena gaya nyetirnya, atau pure kondisi jalan, atau karena komponen listrik tambahan yang dipasang pada mobil dan sebagainya. Nanti semua akan terbaca lewat aplikasi,” papar Bernard.

Kedua, ia juga bisa memprediksikan umur baterai. “Jadi dia bisa tahu apakah kondisi baterai masih bagus atau enggak,” tukasnya.

Lalu yang terakhir kata Bernard, sistem ini officially certified. “Jadi, misalnya kita mau jual mobil listriknya, maka ia bisa menginformasikan kondisi battery healt-nya masih bagus atau sudah drop. Dan kemudian di-certified. Sertifikasinya juga oleh lembaga terpercaya,” terangnya lagi.

Oiya, inovasi-inovasi terbaru dari Bosch tersebut kata Bernard sebagai bentuk dukungan sekaligus menjawab tantangan program ramah lingkungan yang saat ini tengah digalakkan di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa