Test Ride Honda CRF1000L Africa Twin DCT, Main Tanah Tanpa Gigi Asyik Juga!

Parwata - Senin, 27 Februari 2017 | 19:36 WIB

(Parwata - )

Sebagai catatan jika standar samping belum dilipat enggak bisa ya! Jika masuk D dan ngegasnya santai, maka transmisi bekerja untuk mengejar efisiensi, secepatnya otomatis masuk ke gigi tinggi agar putaran mesin jadi rendah, tentu biar irit.

Tapi jika digeber, perpindahan gigi terjadi di rpm yang lebih tinggi. Lalu saat gas ditutup dan kecepatan menurun, maka gigi otomatis diturunkan juga tapi kalem.

Nah bila pakai mode S, karakternya langsung berubah jadi agresif, perpindahan gigi terjadi di putaran tinggi, bahkan kalau gas putar mentok baru pindah sesaat sebelum redline di 7.500 rpm.

Begitu juga saat kecepatan turun, otomatis langsung turun gigi dengan cepat sehingga engine brake sangat terasa.
 
Mode S ini sendiri ada 3 tingkat, memilihnya tekan tombol DCT ke kiri dan tahan. Dalam posisi 3 bar, maka power paling galak, 2 sedang dan 1 paling smooth.

 

 
Enggak suka transmisi pindah otomatis? Pencet saja tombol A/M di bawah tombol DCT, maka perpindahan gigi jadi manual.

Untuk menaikkan dan menurunkan gigi, tombolnya ada di setang kiri. Responnya persis motor manual, termasuk sensasi suara ‘ceklek’ ketika tombol dipencet. Bedanya perpindahan berlangsung sangat halus tanpa entakan, seperti kalau kita lepas kopling perlahan.

Maklum sesuai namanya, DCT ini kopling untuk rasio genap dan ganjil ada masing-masing, sehingga ketika masuk gigi 1, gigi 2 sudah siap, demikian seterusnya sampai gigi 6.
 
Oiya ketika pada posisi D atau S, ternyata gigi tetap bisa dipindah manual. Misal di D yang karakternya serasa malas turun gigi, maka pencet saja tombol berlambang – (minus).

Begitu juga dalam mode manual, jika kita telat turun gigi padahal putaran mesin sudah terlalu rendah, maka gigi otomatis diturunkan. Canggih ya?

Transmisi DCT ini menyalurkan tenaga dari mesin 2 silinder segaris dengan konstruksi noken as Uni-cam khas keluarga special engine CRF, kelebihannya konstruksi kepala silinder jadi ringkas.

 

Tenaga yang dihasilkan dari mesin berkapasitas 998 cc berpasokan bensin injeksi PGM-FI ini, mencapai 93,8 dk di 7.500 rpm dan torsi 98 Nm di 6.000 rpm.