ITW Desak Operasi Zebra Disetop, Anggap Gak Ampuh Dan Efektif

Parwata - Jumat, 9 November 2018 | 18:30 WIB

Operasi Zebra di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (14/11/2017).(stanly) (Parwata - )

Otomotifnet.com - Indonesia Traffic Watch (ITW) melalu Ketua Presidiumnya, Edison Siahaan, mendesak Kapolri untuk menhentikan operasi lalu lintas yang digelar dengan sandi Operasi Zebra, Operasi Simpatik dan Operasi Patuh Jaya dalam beberapa bulan ini.

Bahkan dia meminta kepada para anggota DPR Komisi 3 untuk segara mengambil sikap terhadap kegiatan operasi tersebut.

"Kita juga mendesak kepada Komisi 3 DPR RI untuk mempertanyakan hal ini, apa pelaksanaanya?"

"Apa efeknya dalam mewujudkan kamseltibcarlantas itu? Harus ada dong. Kalau tidak untuk apa dibuat setiap tahun," kata Edison Siahaan di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

"Kapolri juga harus bisa menjelaskan efeknya sejauh mana dan manfaatnya apa? Kalau tidak ada manfaatnya lebih baik potong anggarannya," sambung Edison Siahaan.

(BACA JUGA: Sunmori & Sahabat Satu Hati Berbagi, Plesir Ke Kota Tua Sekalian Bakti Sosial)

Ia mengaku, operasi itu dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap upaya polisi mewujudkan kesadaran masyarakat dalam keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

"Artinya gini, dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebut ada peran masyarakat di situ, yang seharusnya itu didengar oleh penyelanggara dan penanggung jawab Lalu lintas dan angkutan jalan," ucap  Edison Siahaan.

"Jadi kalau memang tindakan itu tidak efektif dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) harusnya dengan legowo mereka melakukan evaluasi untuk menentukan apakah itu bisa lanjut atau tidak," sambungnya.

Edison mengaku, jika melihat dari hasil operasi seperti Zebra, Simpatik dan Patuh tidak memiliki efeknya terhadap upaya mewujudkan Kamseltibcarlantas.

(BACA JUGA: Dilaporkan Hilang Nyetir Mitsubishi Mirage, Driver Taksi Online Ditemukan Meninggal Di Pinggir Kali)

"Lalu untuk apa dipertahankan, karena Polisi sepertinya bersikukuh mempertahankan akhirnya timbul dugaan bahwa operasi tetap digelar dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNPB) dari sektor denda tilang," papar Edison Siahaan.

Ia menilai, sosialisasi kepada masyarakat untuk taat berlalu lintas yang diberikan pihak kepolisian belum efektif.

"Masyarakat ini karena kesadarannya belum ada. Hampir di ruas jalan ibu kota ini tidak lepas dari pelanggaran. Kenapa? Mereka tahu karena dia takut saat ada Polisi," kata Edi Siahaan. 

(BACA JUGA: Reputasi Marquez Diragukan, Gak Juara Dunia Naik Motor Bukan Honda)

"Tapi ketika enggak ada Polisi sudah amburadul, kenapa? Karena mereka belum sadar," tegasnya.

Sebab bila terus dilaksanakan, tambahnya, akan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

"Jadi untuk menyadarkan seseorang itu bukan dengan tindak. Artinya kesadaran itu datang dari diri sendiri," ucap Edison Siahaan.