V-Belt Putus di Jalan Bikin Nangis, Pulley Hingga Roller Bisa Rontok, Mesti Dorong Pula

Irsyaad Wijaya,Muhammad Farhan - Jumat, 21 Februari 2020 | 14:50 WIB

Mengecek kondisi v-belt perlu buka cover transmisi cvt (Irsyaad Wijaya,Muhammad Farhan - )

Otomotifnet.com - V-belt menjadi komponen penting menyalurkan tenaga mesin ke roda pada motor matik.

Saking pentingnya, bahan yang digunakan dari karet yang tahan dan kuat serta kawat poliester.

Namun tetap saja, semua ada batas usianya, jika mulai getas lebih baik diganti.

Sebab, berbahaya jika v-belt yang berada di dalam CVT putus di jalan, ada dampak bagi komponen lain.

(Baca Juga: V-Belt Motor Matik Tahan 2 Tahun, Bawa Beban Berat Otomatis Pendek)

"Ketika v-belt putus di dalam, biasanya jadi melilit di bagian as pulley dan ikut merusak pulley CVT," ujar Pardiman, kepala mekanik Takutic Motor, Kebagusan, Jakarta Selatan.

Pada bagian pulley depan, roller bisa mengalami peyang, rontok atau bahkan paling parah merusak rumah roller akibat hantaman keras.

Uje
Per CVT hancur akibat v-belt putus

Hal ini disebabkan oleh berkurangnya beban pada roller dan rumahnya yang tidak lagi memutar v-belt secara mendadak.

"Kerusakan yang terjadi kemungkinan jadi lebih parah kalau putusnya saat motor melaju kencang," jelasnya.

Kalau sudah begini, roller set perlu diganti baru atau diikuti dengan rumah roller jika diperlukan.

Sebagai patokan, rumah roller dan roller baru bawaan motor jika ditotal harganya tembus Rp 150-200 ribuan.

Selain timbul kerusakan dan butuh biaya perbaikan, sudah tentu motor perlu di dorong ke bengkel terdekat kalau v-belt putus di jalan.

Uje
V-belt putus akibat menggeber motor matic dalam kondisi diam

Makanya, pastikan sering mengecek kondisi v-belt dan segera ganti jika sudah aus.

Umumnya pabrikan menganjurkan penggantian v-belt setiap 20-25 ribu km penggunaan.