MotoGP Punya Aturan Baru, Dilarang Upgrade Mesin dan Aerodinamika Hingga 2022

Irsyaad Wijaya,Indra Fikri - Kamis, 9 April 2020 | 16:30 WIB

Salang seorang insinyur Suzuki melakukan uji coba aerodinamikan motor MotoGP Suzuki GSX-RR di terowongan angin atau hairdyer kalau kata Alex Rins (Irsyaad Wijaya,Indra Fikri - )

"Saya yakin mereka tidak akan menggunakannya. Di atas kertas, aturan konsesi tidak akan berubah," ujar Poncharal.

"Tetapi, saya cukup yakin itu akan menjadi kekhawatiran mereka yang paling kecil," ucap Poncharal

"Saat ini, pertanyaannya bukan bagaimana cara mengeluarkan lebih banyak uang," imbuhnya.

"Saya pikir setiap produsen targetnya adalah untuk menyelamatkan perusahaan mereka," ujar Poncharal.

Baca Juga: MotoGP Catalunya Resmi Ditunda, Tak Ada Keputusan Dibatalkan, Imbas Corona

Twitter/MotoGP
Konfigurasi airbox dan exhaust dari dua mesin MotoGP yang berbeda

"Lebih banyak pengembangan berarti menghabiskan lebih banyak uang. Tidak ada yang ingin menghabiskan uang sekarang," sambungnya.

"Semua orang ingin membekukan semua yang kita bisa dan 'hibernasi' untuk sementara waktu. Gunakan energi sesedikit mungkin," katanya lagi.

Ketakutan terbesar dengan pembekuan pengembangan adalah spek motor akan dikunci pada tahap ketika satu tim pabrikan memiliki keunggulan besar dari tim lain.

Akibatnya, ada kesenjangan besar dalam hal kinerja motor saat digunakan di lintasan balap.