Pesanan Melonjak Efek Insentif PPnBM, Daihatsu Prediksi Akan Ada Inden Panjang

Ignatius Ferdian,Muhammad Rizqi Pradana - Sabtu, 20 Maret 2021 | 15:50 WIB

Daihatsu All New Terios (Ignatius Ferdian,Muhammad Rizqi Pradana - )

Otomotifnet.com - Relaksasi PPnBM mobil baru nol persen beri efek positif untuk penjualan Daihatsu.

Tercatat ada kenaikan pemesanan (SPK) kurang lebih selama dua minggu pertama pemberian relaksasi PPnBM mobil baru nol persen ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso

“Dibandingkan dengan data pada Februari, ada kenaikan SPK sebesar 233 persen dari tanggal 1 hingga 17 Maret,” ujarnya dalam konferensi virtual (19/3/2021).

Baca Juga: Daihatsu Rocky Bakal Pakai Transmisi Dual CVT? Ini Penjelasan Daihatsu

Ia menjelaskan, angka tadi merupakan rata-rata kenaikan SPK untuk keempat mobil yang mendapatkan relaksasi PPnBM yaitu Daihatsu Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max minibus.

Sedangkan mobil-mobil yang tidak mendapatkan relaksasi yaitu Daihatsu Sirion, Ayla, Sigra, serta varian pick up dan blind van Gran Max mencatatkan kenaikan SPK sebesar 133 persen.

“Artinya, kami membukukan peningkatan pemesanan total yang cukup signifikan yaitu 161 persen atau 1,6 kali dibandingkan pada Februari,” imbuh pria yang akrab disapa Hendra itu..

Meskipun bersyukur, Amelia Tjandra selaku Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mewanti bahwa pihaknya belum tentu bisa mengimbangi permintaan tersebut.

Baca Juga: Daihatsu Dukung SMK Binaan Se-Jawa Bali, Sumbang Mesin Dan Transmisi

“Permintaannya naik luar biasa, tapi secara suplai kami belum tentu kami bisa memenuhi seluruh permintaan tersebut,” ungkapnya blak-blakan dalam kesempatan yang sama.

Ia menjabarkan, produksi mobil Daihatsu melibatkan lebih dari 20 ribu item yang dipasok lebih dari 300 vendor yang memiliki mekanisme pemenuhan order sendiri-sendiri.

Dengan mekanisme yang ada, Amelia memprediksi bahwa permintaan yang bisa dipenuhi oleh vendor dan Daihatsu hanya 20 persen, jauh lebih kecil dibandingkan kenaikan permintaan.

“Membuat mobil tidak seperti membuat roti yang bahannya mudah didapat, kenaikan ini tidak bisa serta merta dipenuhi oleh vendor maupun kami sebagai APM,” ujar Amelia.

Baca Juga: Penjualan Daihatsu Tertolong Mobil Niaga, Market Share Meningkat

Dengan segala keterbatasan tersebut, Amel memperkirakan adanya masa inden cukup panjang terutama untuk model-model populer seperti Daihatsu Xenia dan Terios.

Hal tersebut pastinya akan mengecewakan sebagian konsumen, terutama bila masa inden berlangsung melebihi tenggat waktu relaksasi PPnBM mobil baru nol persen pada Mei nanti.

“Konsumen kemungkinan akan komplain bahkan marah, terutama mereka yang baru bisa mendapatkan unit Juni nanti saat nilai potongan PPnBM diturunkan ke 50 persen,” jelas Amelia.

“Itu menjadi PR besar bagi kami, yaitu bagaimana mengedukasi konsumen bahwa permintaan yang melonjak luar biasa ini membutuhkan waktu untuk dipenuhi,” pungkasnya.