Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Honda PCX 150 Buat Iseng Uji Emisi, Lihat Hasilnya Bikin Puyeng, Ini Penjabarannya

Irsyaad Wijaya - Sabtu, 17 Agustus 2019 | 09:00 WIB
Uji emisi Honda PCX 150
Nurul
Uji emisi Honda PCX 150

Otomotifnet.com - Iseng-iseng jika motor baru melakukan uji emisi? Seperti ini hasilnya.

Kali ini yang menjadi kelinci percobaan yakni Honda PCX 150 yang baru berusi 3 bulan dengan angka odometer 2.600-an km.

PCX 150 pun diuji emisinya di bengkel mobil Nawilis di bilangan Tanah Abang, Jakarat Pusat menggunakan alat gas analyzer bikinan Brain Bee tipe AGS-688.

"Kita baru kali ini menerima uji emisi untuk motor. Karena ini bengkel mobil, jadi yang biasanya uji emisi memang mobil saja," sebut Amalina, mekanik yang melakukan uji emisi di Honda PCX baru.

(Baca Juga: Daftar 25 Bengkel Uji Emisi di Jakarta Utara, Resmi Dari Pemerintah, Alamat Ada di Aplikasi E-Uji)

Ilustrasi mesin untuk uji emisi kendaraan bermotor
Farhan
Ilustrasi mesin untuk uji emisi kendaraan bermotor

"Namun, mesin ini juga bisa buat uji emisi motor," ucapnya.

Tidak perlu menunggu lama, PCX 150 langsung di parkirkan dekat alat gas analyzer untuk dilakukan uji emisi.

Caranya pun gampang karena cukup memasukan slang dari alat gas analyzer ke dalam pipa knalpot.

"Sebenarnya ada satu kabel lagi yang harus dipasang ke kabel busi untuk membaca putaran mesin. Tetapi itu tidak kami pasang," terangnya.

"Karena pengujian dalam posisi mesin stasioner, rpm mesin dipukul rata 800-900 rpm untuk mobil dan 1.500-1.700 rpm untuk motor," tambahnya.

Meski ada kabel yang tidak dipasang, Amalina yakin tidak akan mempengaruhi hasil yang keluar dari uji emisi.

Ternyata hasil yang keluar dari uji emisi bisa bikin puyeng, karena hanya berupa angka tanpa penjelasan.

Tapi tenang, biar enggak puyeng, ada penjabarannya berikut:

(Baca Juga: Aplikasi E-Uji Emisi Diresmikan, Kendaraan Tak Lolos Uji, Urus Perpanjang Pajak Susah?)

Hasil uji emisi Honda PCX 150 tim GridOto
Nurul

Dari hasil uji emisi, Honda PCX 150 yang dites mencatatkan angka CO (karbon monoksida) 0.01 % yang berarti masih jauh dari ambang batas yakni 1,5 %.

Sedangkan untuk kandungan CO2 (karbon dioksida) tercatat 14,7 % yang bararti proses pembakaran di dalam mesin bagus.

Idealnya kandungan CO2 dari gas buang ada di angka 12 %, lebih dari itu tambah bagus.

Sedangkan jika angka CO2 kurang dari 12 % berarti campuran bahan bakar dan udara harus disesuaikan ulang atau bisa juga ruang bakar kotor.

Untuk kandungan HC (hidrokarbon) yang keluar dari moncong knalpot PCX 150 ini tercatat 202 ppm yang berarti masih berada pada rentang ideal.

Kandungan HC yang bersal dari sisa bensin yang terbuang bersama asap ini tidak boleh lebih dari 300 ppm.

Jika lebih menunjukan bahan bakar yang terlalu boros di motor.

Sedangkan nilai kandungan O2 (oksigen) tercatat 0,32 % yang juga memiliki arti bagus.

(Baca Juga: Perpanjang STNK Motor Wajib Uji Emisi? Polisi Tanggapi Santai, Masih Dalam Bentuk Draft)

Nilai O2 ini tidak boleh lebih dari 2 %, semakin mendekati 0 semakin bagus.

Jika angkanya kelewat tinggi berarti bensin yang masuk ke ruang bakar terlalu irit.

Terakhir ada nilai Lambda yang menunjukan angka 1,007. Hasil ini berarti campuran bensin dan udara di motor ini ideal.

Jika angka tertera lebih dari 1,1 artinya bensin terlalu irit.
Jika kurang dari 0,95 berarti boros. Dan jika kurang dari 0,85 artinya bensin terlalu boros.

Editor : Panji Nugraha
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa