Harga Mobil Listrik Masih Mahal, Idealnya Dibanderol Rp 300 Juta

Harryt MR - Sabtu, 28 November 2020 | 23:15 WIB
Dilego dengan kisaran harga mulai Rp 600 jutaan, mobil bertenaga baterai alias Battery Electric Vehicle (BEV), dinilai belum bisa memenuhi skala ekonomi agar bisa terjangkau luas di tanah air
F Yosi/Otomotifnet
Dilego dengan kisaran harga mulai Rp 600 jutaan, mobil bertenaga baterai alias Battery Electric Vehicle (BEV), dinilai belum bisa memenuhi skala ekonomi agar bisa terjangkau luas di tanah air

Otomotifnet.com - Harga jual mobil listrik memang relatif masih mahal sehingga kurang dilirik secara luas. 

Dilego dengan kisaran harga mulai Rp 600 jutaan, mobil bertenaga baterai alias Battery Electric Vehicle (BEV), dinilai belum bisa memenuhi skala ekonomi agar bisa terjangkau luas di tanah air.

Hal ini disampaikan Dr. Ir. Riyanto, M.Si, Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat UI (LPEM UI). Ia menyatakan harga mobil listrik saat ini masih relatif mahal.

Riyanto melanjutkan, pangsa pasar terbesar di Indonesia merupakan segmen MPV, yang dipasarkan dengan harga Rp 200-400 jutaan. Bahkan paling banyak laku adalah Low MPV.

Baca Juga: Kupas 10 Fakta Mobil Listrik Hyundai Kona Electric, Ini Detailnya

Sehingga jika ingin bersaing maka harga jual mobil listrik harus direntang harga tersebut.

"Bila memang nanti produksinya di dalam negeri, sebaiknya menyasar ke kelas bawah dulu,”

“Buatlah mobil keluarga dengan kapasitas penumpang 7 orang atau mobil LCGC. Harganya berkisar di Rp 300 hingga Rp 350 juta. Jadi benar-benar beralih," jelas Riyanto, di gelaran webinar Forwin dan Forwot belum lama ini.

Perbandingan simulasi harga antara mobil listrik BEV dengan mobil ICE di tahun 2021. Walau BEV telah mendapat insentif PPnBM, BBNKB dan PKB, tetap saja masih butuh subsidi agar harga jualnya bisa kompetitif
LPEM UI
Perbandingan simulasi harga antara mobil listrik BEV dengan mobil ICE di tahun 2021. Walau BEV telah mendapat insentif PPnBM, BBNKB dan PKB, tetap saja masih butuh subsidi agar harga jualnya bisa kompetitif

Masih menurut Riyanto, harga yang relatif mahal menjadikan mobil listrik hanya bisa dibeli kalangan menengah atas.

Alhasil cuma jadi gaya hidup sebagai kendaraan kedua, ketiga dan seterusnya.

"Berbeda bila mobil listrik lahir dari kendaraan penumpang massal, seperti MPV atau LCGC. Penetrasi pasarnya akan tinggi," bilangnya.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Toncil

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa