Memotong Kalimantan Lewat Jalur Dayak, Tiga Biker Temukan Banyak Hal Tak terduga

Iday - Selasa, 11 September 2018 | 14:00 WIB

Ekspedisi Memotong Kalimantan. Pose bersama putri kepala suku (Iday - )

D+13 : Jumat, 24 Agustus.

Setelah paginya dimanfaatkan untuk mencuci pakaian dan motor yang penuh lumpur, kami segera berpindah penginapan ke Entikong yang jaraknya hanya 20 kilometer.

Selanjutnya Pak Sis mulai melakukan lobby dengan pejabat Bea cukai, Kepolisian serta Kastam dan PJP Malaysia untuk mendapatkan ijin melintas menuju tujuan selanjutnya.

Yaitu Sambas melalui Bau dan Lundu wilayah Sarawak Malaysia, yang jaraknya masih 250 kilometer.

Sebenarnya kota itu bisa dicapai lewat Darit namun jaraknya harus memutar 100 kilometer lebih jauh.

SMOG
Expedisi Memotong Kalimantan. 'Sakti' nih. Bisa lewat perbatasan tanpa persyaratan ketat

D+14 : Sabtu, 25 Agustus.

Paginya kami menerima Borang atau surat ijin melintas di Malaysia yang ditempelkan di KTM 250 Excf dan Honda XRL 250 Baja.

Setelah pemeriksaan passport kami meninggalkan Pos Lintas Batas Negara Entikong dan masuk pos Tebedu di wilayah Malaysia.

Selanjutnya mengikuti jalan raya yang lalu lintasnya sangat tertib, dan berbelok memasuki jalanan pegunungan yang sepi dan sempit namun kondisi aspalnya bagus menuju Bau.

(BACA JUGA: Ternyata, Honda CRF 150L Yang Terbakar Bukan Karena Ganti Karbu)

Kami sempat 2 kali mengisi bensin.

Yang pertama di kios kecil yang menjual bensin secara sembunyi-sembunyi, dan yang kedua di SPBU Petron kota Lundu.

Letaknya tidak jauh dari Pos Biawak yang berhadapan dengan Pos Lintas Batas Negara Aruk di wilayah Indonesia.

Setelah itu kami tinggal mengikuti jalan raya hotmix yang sejajar dengan aliran hulu sungai Sambas ditemani panorama sore yang indah. Magribnya tiba di kota Sambas untuk bermalam.

SMOG
Ekspedisi Memotong Kalimantan. Entikong-Bau-Sambas

D+15 : Minggu, 26 Agustus.

Kami bermalam di kota yang dulunya pernah menjadi pusat kesultanan yang berpengaruh di bagian barat pulau Kalimantan.

Sempat pula mencicipi hidangan bubur pedas yang mirip bubur menado namun penuh dengan daun hutan seperti pakis.

Selanjutnya dengan di pandu komunitas Supermoto Sambas Owners kami menuju Singkawang yang jaraknya 80 kilometer.

Di kota Amoy ini kami ditunggu Komunitas Supermoto setempat untuk diantar ke rumah bersejarah yang menjadi saksi kedatangan warga Tionghoa ketempat ini.

(BACA JUGA: Honda Verza Disebut-Sebut, Padahal Sama Honda CRF150L Segini Jauhnya)

Di sana bisa dicicipi kuliner setempat bernama choipan yang mirip pangsit basah berisi rebung, bengkuang atau sayuran.

Selanjutnya dengan estafet sorenya kami dikawal komunitas supermoto diantar menuju Mempawah.

Dan malamnya kembali bergantian diantar menuju Pontianak yang menjadi markas West Borneo Supermoto.

Dan dengan selesainya perjalanan menempuh jarak 3.474 kilometer bersamaa ini kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan komunitas supermoto.

Juga pihak-pihak lain baik pribadi maupun instansi pemerintah yang telah membantu misi kami hingga bisa menuntaskan perjalanan “Memotong Kalimantan Lewat Jalur Dayak” dengan sukses.

SMOG
Ekspedisi Memotong Kalimantan. Sambas-Pontianak