Tes Ducati Panigale V4 R, Superbike Turunan MotoGP Seharga Rp 2 Miliar

Antonius Yuliyanto - Rabu, 8 Januari 2020 | 16:00 WIB

Ducati Panigale V4 R (Antonius Yuliyanto - )

Ada pula fitur Ducati Lap Timer GPS (DLT GPS), Ducati Data Analyser + GPS (DDA+ GPS) dan Ducati Multimedia System (DMS). Bahkan Pit Limit juga jadi bawaan pabrik.

Semua fitur elektronik tadi termasuk info standar seperti takometer, gear position dan shift light bisa dipantau di spidometer berlayar TFT 5 inci, kontrolnya pakai tombol di setang kiri.

Randy
Panel instrumen TFT 5 inci Panigale V4 R, semua info dan seting elektronik ada di sini

Sedang kinerja yang berhubungan dengan gerakan didukung adanya 6-axis inertial platform by Bosch (6D IMU–Inertial Measurement Unit).

Geser ke bagian sasis. Khas Panigale, Ducati membekali sasis utama yang sangat pendek, hanya untuk menghubungkan komstir ke mesin bagian atas, karena mesin dijadikan bagian dari sasis. Itu salah satu jurus untuk memperingan bobot.

Lengan ayun pun tertumpu pada mesin bagian belakang. Bagian ini ada adjustable pivot yang bisa diseting naik turun ± 3 mm, fungsinya berhubungan dengan traksi roda belakang.

Suspensi yang dipakai V4 R ini juga beda, justru pakai seri manual terbaru, bukan versi elektronik seperti di V4 S.

V4 R pakai Öhlins NPX 25/30 berdiameter as 43 mm yang dilapis TiN (Titanum nitride). Sedang belakang pakai Öhlins TTX36.

Randy
Suspensi bawaan sudah versi tinggi, belakang pakai Ohlins TTX36

Sisi aerodinamika seperti disinggung di bagian desain, yang utama tentu di V4 R ini pakai winglet turunan GP16, yang ternyata bukan cuma hiasan, tekanannya bisa sampai 30 kg saat kecepatan 270 km/jam.

Sehingga roda depan bisa lebih menapak ke tanah dan mengurangi gejala wheelie.

Randy
Winglet turunan GP16 ini bukan pajangan, tapi memberikan tekanan ekstra ke roda depan