Helm Gonta-ganti Rawan Virus Corona, Lebih Baik Dihindari, Ini Kata Dokter

Ignatius Ferdian,Wisnu Andebar - Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:05 WIB

Ilustrasi ojek online Gojek dan Grab, hari ini tarifnya resmi naik. (Ignatius Ferdian,Wisnu Andebar - )

Otomotifnet.com - Penyebaran virus Corona bisa terjadi lewat berbagai macam benda, salah satunya helm.

Karena hal tersebut masyarakat diimbau waspada saat menggunakan helm ojek online (ojol) yang sering dipakai bergantian.

Karena helm yang dipakai banyak orang bisa saja menjadi sarang berbagai macam bakteri dan virus, tak terkecuali virus Corona yang bisa saja menempel.

Dijelaskan dr Kemas Abdurrohim MARS, M.Kes, Sp.A, helm yang dipakai banyak orang berpengaruh terhadap penularan virus, usahakan hindari dahulu pakai helm ojek online.

(Baca Juga: Brembo Istirahatkan Produksi Sementara, Imbas Virus Corona di Italia)

"Karena kalau habis dipakai orang dan orang itu terinfeksi virus Corona, bisa saja dia batuk atau apa, kan (virus) bisa menempel di kaca atau bagian helm lainnya," kata dokter yang pernah menjabat sebagai ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Pusat (20/3)

Ia melanjutkan, jika droplet atau semburan partikel air liur dari mulut orang yang terinfeksi virus Corona menempel di bagian helm, kemudian dipakai atau tersentuh penumpang lainnya, maka kemungkinan bisa tertular.

Untuk itu, di tengah merebaknya virus Corona ini, dokter Kemas mengajak semua masyarakat untuk menerapkan anjuran pemerintah, salah satunya yakni social distancing.

Artinya, mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjauhi keramaian dengan tetap berperilaku hidup bersih dan sehat, agar rantai penularan virus corona bisa terhenti.

(Baca Juga: SIM Habis Masa Berlaku Dari 17-30 Maret 2020? Perpanjang Diundur ke April)

"Harus rajin cuci tangan, pakai masker, biasakan perilaku hidup bersih dan sehat, serta sedia hand sanitizer," jelasnya.

Sebab, menurut dr Kemas, hand sanitizer mengandung alkohol mulai 60 persen hingga 90 persen yang bisa mematikan virus Corona.

Selain itu, virus Covid-19 juga bisa mati oleh kandungan detergen yang ada di dalam sabun, maka harus rajin cuci tangan.

Lebih lanjut, dokter Kemas menambahkan, virus Corona juga bisa mati dalam jangka waktu tertentu.

"Karena virus untuk bertahan hidup butuh sel makhluk hidup seperti manusia atau binatang, kalau di benda mati, dalam jangka waktu tertentu virus mati," tutupnya.