Mitigasi Resiko Nyetir Mobil Saat Banjir, Jangan Asal Libas

Harryt MR - Sabtu, 20 Februari 2021 | 22:30 WIB

Kalau dipaksakan melibas banjir, ada risiko yang harus ditanggung. Seperti water hammer, yakni mesin mobil mogok karena kemasukan air (Harryt MR - )

Otomotifnet.com - Beberapa hari kedepan diprediksi curah hujan masih tinggi di sebagian wilayah Indonesia. Sehingga berpotensi terjadinya genangan-genangan air di Jalan.

Bakal jadi masalah kalau jalan yang dilalui tergenang air yang cukup tinggi. Kalau dipaksakan, ada risiko yang harus ditanggung. Seperti water hammer, yakni mesin mobil mogok karena kemasukan air.

Nah supaya aman, Auto2000 selaku main dealer Toyota memberikan langkah-langkah berikut ini. Pertama adalah memastikan jaminan asuransi mencakup pertanggungan terhadap bencana banjir.

Kerusakan mobil akibat banjir tidak ditanggung asuransi, karena masuk dalam kategori bencana alam atau Act of God.

Baca Juga: Auto2000 Ceritakan Viralnya Warga Sumurgeneng Tuban Borong Toyota

Kalau tidak ada perluasan polis standar asuransi terkait bencana alam, maka klaim kerusakan akan ditolak oleh pihak asuransi.

Sebaiknya dibatalkan niat melewati jalan yang terdapat genangan air yang tinggi, apabila syarat ini tidak terpenuhi mengingat risiko yang akan dipikul.

Dilanjut memastikan kondisi mobil prima. Servis berkala membuat mobil siap melewati berbagai kondisi jalan dalam kondisi cuaca tidak menentu.

Kemudian pelajari keadaan di lokasi banjir dan berjalan dengan tenang. “AutoFamily bisa mempelajari kondisi genangan air di jalan dengan memperhatikan patokan yang mudah terlihat, seperti tinggi trotoar atau tanggul jalan,”