Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Modifikasi Tubular Custom Wild Supercharger

Parwata - Kamis, 6 April 2017 | 11:54 WIB

Tenaga besar otot kekar, bikin aksinya liar saat berlaga di arena off-road

Jakarta - Aksinya yang gila dan tak kenal takut di trek kompetisi off-road, membuat pria asal Inggris bernama Vincent ini melejit. Karena terkenal ‘gila’ dan nekat itu, Vincent pun dapat julukan si Bugil (Bule Gila).

Meski asli Inggris, si Bugil sudah lama berdomisili di Palembang, Sumatera Selatan. Selain itu, dia juga sudah lama terjun ke dunia off-road, khususnya kompetisi. Tidak sedikit pula si Bugil berhasil naik podium dan memajang beberapa piala.

Berangkat dari Toyota FJ40, tunggangan pertamanya untuk berlaga di kompetisi. Hingga mulai menggunakan tubular custom bermesin Cherokee, garapan bengkel Volcano di Bandung.

“Tapi, buat bersaing dengan lawan-lawan hebat. Tunggangan saya ini sudah tidak memupuni, harus upgrade lebih gila lagi,” celoteh Vincent yang fasih bahasa Indonesia ini. * Rindra /otomotifnet.com

Mesin Bengis  

Perkembangan mesin di dunia off-road yang semakin edan. Alhasil, bengisnya mesin Cherokee sudah pasti tidak bisa beraing dengan mesin 8 silinder berkonfigurasi V dan rata-rata berkapasitas di atas 5.000 cc.

Tidak mau menunda waktu, Vincent pun menyematkan mesin V8 Chevrolet Vortec LQ4, berkapasitas 6.000 cc. Hebatnya, sanggup memuntahkan tenaga lebih dari 300 dk dan torsi 500 Nm.

“Rasanya benar-benar nikmat, begitu ganti dari mesin Cherokee ke mesin Vortec LQ4,” ujar pria yang juga pengusaha rumah makan di Palembang ini. Sudah ketagihan mesin bengis, namun lama-lama tenaga mesin 6.000 cc itu pun bikin Vincent tidak puas. Dia pun upgrade dengan menginduksikan Supercharger.

“Nah, ini dia yang saya mau! Akhirnya tenaga mesin yang paling saya butuhkan sudah didapat,” ucapnya. Supercharger kit aftermarket yang disematkan buatan Magnuson. Boost ke ruang bakar hanya digunakan 0,5 bar.

Sayangnya, Vincent belum pernah dyno, berapa hasil lonjakan tenaga sejak diinduksikan Supercharger, yang pasti dia puas dengan tenaga mesinnya sekarang!

Otot Kekar

Agar lebih jinak mengendarai si ‘bengis’ bertenaga besar ini, Vincent pilih menggunakan transmisi otomatis. “Biar konsentrasi mengendalikan tenaga mesin,” celetuknya. Tentunya transmisi yang tahan tenaga sebesar ini adalah TH400.

“Kendalanya, gearbox otomatis 3 speed ini tidak lahir untuk kendaraan 4x4,” jelas pria yang juga berbisnis kebun sawit ini. Solusinya mesti dikawinkan dengan transfercase Toyota series 60. Tentu tidak langsung akur, mesti dibuatkan adaptor custom.

Kaki-kaki pun diperkuat dengan gardan hybrid di depan. “Basis gardan Toyota serie 60 di-custom dengan housing heavy duty dari ProRock Engineering,” tutur Vincent. As roda heavy duty 35 spline menggunakan merek Solid Axle dan locker ARB yang dipesan khusus untuk as roda 35 spline.

Sedangkan gardan belakang sama menggunakan Toyota serie 60, hanya sudah di-reinforced dan menggunakan part heavy duty. Suspensi pun diperkokoh dengan sistem four link. Batangan link suspensi menggunakan pipa diameter besar dan disambungkan dengan pillow-ball.

Untuk meredam bantingan di trek off-road menggunakan sokbreker canggih ORI Struts. Sokbreker ini menyatukan fungsi per dan sokbreker, dengan sistem pneumatik sekaligus hidraulis.

‘Tapak kaki’ pun diperkuat dengan pelek heavy duty lansiran TR (Trail Ready) Beadlock ukuran 17 inci. Selain kuat, pelek ini digunakan untuk menahan roda saat menggunakan tekanan angin rendah. Pelek ini dibalut ban Super Swamper TSL SX ukuran 36 inci.

Mesin
Supercharger Magnuson bikin tenaga mesin Vortec LQ4 berlimpah

Gearbox
Transmisi otomatis TH400 dikawinkan dengan transfercase Toyota series 60 menggunakan adaptor.

Gardan
Gardan kuat, custom bikinan builder ProRock Engineering, di Solo, Jateng.

Pneumatik
Semua kerja mekanis di tunggangan ini sudah menggunakan sistem pneumatik atau mekanisme angin. Mulai dari rem PTO, locker, juga kopling winch.

Pelek
Pelek TR (Trail Ready) Beadlock ukuran 17” dibalut ban Super Swamper TSL SX ukuran 36 inci.

PTO
PTO custom jadi senjata andalan di kompetisi off-road. Untuk keamanan, winch ini sudah dilengkapi dengan rem hidraulis.

Cutting Brake
Cutting brake merek Jamar, yang memungkinkan mengerem roda belakang kiri atau kanan secara terpisah.

Plus: Pilihan barang yang digunakan berkelas
Minus: Posisi supercharger tidak terlindung

Data Modifikasi

Sasis               : Tubular Custom Volcano
Mesin               : Chevrolet Vortec LQ4 6.000 cc
Sistem Induksi   : Magnuson Supercharger
FPR                  : Aeromotife
Radiator             : Griffin
Girboks              : Automatic TH400
Transfercase       : Toyota 60 Series
Box shifter          : B&M
Gardan               : ProRock Engineering (Depan) Toyota FJ60 (Belakang)
Knuckle              : Solid
As Roda             : Solid
Locker                : ARB Airlocker
Cutting Brake      : Jamar
Sokbreker           : ORI Struts
Steering system  : PSC
Pelek      : Trail Ready 17 inci
Ban        : Super Swamper TSL SX 36 inci
Jok         : Summit
Setir       : Sparco
Safety belt        : Crown Enterprizes
Winch              : PTO Custom Warn 8274 (Top Housing Gigglepin)

Editor : Parwata

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa